|
27
musiman maupun
berbentuk siklus. Metode-metode yang
dapat dipergunakan dalam
hal
ini
dapat
berupa Rata-rata
bergerak,
penghalusan
eksponensial,
model
matematika dan metode Box-Jenkis.
2. Peramalan sebab-akibat (©ausal)
Peramalan
ini
dilakukan berdasarkan data
yang
sudah
ada sebelumnya, tetapi
menggunakan
data dari
variabel
yang lain yang menentukan atau mempengaruhinya
pada masa depan, seperti penduduk, pendapatan, dan kegiatan ekonomi.
Dengan mengolah data yang sudah ada sebelumnya melalui deret waktu dan
metode
sebab
akibat,
maka
akan
diperoleh
hasil
peramalan,
tetapi
metode
peramalan
yang
ditekankan
dalam
pembahasan
ini terbatas
pada
permalan dengan
metode
deret
waktu.
Metode-metode
yang
dapat
dipergunakan dalam
hal
ini
dapat
berupa regresi, model ekonometri, model input-output dan model simulasi.
2.5 Menghitung Kesalahan Peramalan
Menurut Jay Heizer
dan Barry
Render
ada
beberapa
perhitungan
yang biasa
digunakan
untuk
menghitung
kesalahan
peramalan
(fore©ast
error)
total.
Perhitungan
ini
dapat
digunakan
untuk membandingkan
model peramalan
yang
berbeda,
juga
untuk
mengawasi peramalan, untuk
memastikan
peramalan
berjalan
dengan
baik.
Tiga
dari
perhitungan
yang paling
terkenal adalah deviasi rata-rata absolut (mean absolute deviation-
MAD),
kesalahan
rata-rata
kuadrat(mean
squared
error-MSE),
dan
kesalahan
persen
rata-
rata absolut (Mean
absolute
percent error-MAPE).
1. Deviasi Rata rata absolut
( Mean Absolute
Deviation
= MAD )
|