|
50
I, II, atau
IV
dap at disebut tumbuh dan bin a. Strategi
intensif (penetrasi
pasar, p en gemban gan pasar, dan pen gemban gan pro duk) atau
in teg rative
(integrasi
k
e
belak an g, integrasi
ke dep an, integrasi
horizontal) m un gkin
palin g tepat
untuk per usahaan
tersebut. Kedua, per usahaan
yan g masuk
kedalam
sel
III, I V, atau VII
ter baik dapat dik elola
den gan
strategi
pertahankan dan pelih ara, penetrasi
pasar dan pen gem ban gan pro duk
merupakan
strategi
yan g palin g banyak digunakan
untuk tipe-tipe per usahan
ini. Ketiga
per usah aan yan g umum
masuk kedalam sel VI, VII, atau
IX
adalah p anen atau div estasi.
Menur ut
Kotler
(2002,p62),
penetrasi pasar
mer upakan
suat u strategi
pertumbuhan
per usahaan
den gan
menin gkatkan p enjualan pro duk
yan g ada
pada saat
ini kepada segmen pasar
yan g sekar an g tanpa
mengubah pro duk.
Perluasan
dan
pengemban gan
pasar
merupakan suatu strategi
pertum buhan
perusah aan den gan men gidentifikasi dan memperluas segmen pasar yan g
bar u untuk pro duk yan g
sudah ada. Pen gemban gan pro duk
mer upakan
suatu
strategi untuk
p
ertumbuh an
per usah aan den gan menawarkan
pro duk yan g
telah dimodif ikasi atau pro duk bar u k epada segmen pasar saat
ini.
2.6.4
Matrik s SW OT
Menur ut
Thomson
dan
Strick lan d
(2001,p127), metode
S
WOT
merupakan pro ses
kek uatan dan kelemahan internal
per usahaan serta
kesempatan dan
ancaman
yan g ditimbulkan
o
leh
lin gk un gan
ek sternal
perusah aan, y an g kemudian ditarik beberap a kesimpulan men genai :
|