|
21
Namun,
ditemukan
pula sedikit
konflik
pada
hubungan
interpersonal orang
yang memiliki tingkat
agreeableness
yang
tinggi, dimana
ketika berhadapan dengan
konflik,
self
esteem
mereka
akan
cenderung
menurun.
Selain
itu,
menghindar
dari
usaha
langsung
dalam
menyatakan kekuatan sebagai
usaha untuk
memutuskan
konflik
dengan
orang
lain
merupakan
salah
satu
ciri
dari
seseorang
yang
memiliki
tingkat
agreeableness
yang
tinggi.
Pria
yang
memiliki
tingkat agreeableness
yang
tinggi
dengan
penggunaan
power
yang
rendah,
akan
lebih
menunjukan
kekuatan
jika
dibandingkan
dengan
wanita.
Sedangkan
orang-orang
dengan tingkat
agreeableness
yang
rendah
cenderung
untuk
lebih
agresif
dan
kurang
kooperatif
(Panggabean, 2009).
Pelajar
yang
memiliki
tingkat
agreeableness
yang
tinggi
memiliki
tingkat
interaksi
yang
lebih
tinggi
dengan
keluarga
dan
jarang
memiliki
konflik
dengan
teman yang berjenis
kelamin
berlawanan (Panggabean,
2009). Jadi
dimensi
ini
merujuk
pada
kecenderungan
seorang
individu
untuk
tunduk kepada orang
lain.
orang-orang ini
dicirikan
dengan
kooperatif,
hangat, dan percaya. Orang-orang
yang
memilki skor rendah dalam dimensi ini biasanya merupakan orang
yang
dingin,
tidak
mampu bersepakat, dan antagonistif (Robbins,2006, p125).
Stabilitas Emosional.
Dimensi
ini membuka
jalan
bagi
kemampuan
seseorang
untuk
bertahan
terhadap stress.
Orang
dengan
stabilitas
emosional yang
positif
cenderung
tenang,
percaya
diri,
dan
aman. Mereka
dengan
skor
negatif
cenderung
nervous,
cemas,
tertekan,
dan tidak
aman (Robbins,
2006, p125). Secara
emosional
mereka
labil,
seperti
juga
teman-temannya
yang
lain, mereka
juga
mengubah perhatian
menjadi
sesuatu
yang berlawanan.
Selain
memiliki
kesulitan dalam
menjalin
hubungan dan
berkomitmen, mereka juga
memiliki
tingkat self esteem yang rendah (Panggabean,
2009).
|