|
40
hanya memiliki implikasi penting untuk pelatihan, tetapi juga bagi banyak hal di tempat kerja
saat ini (Mager, 1992, p36).
2.3.6 Implikasi efikasi diri di tempat kerja
Teori efikasi
diri
pertama kali digunakan
30 tahun
yang lalu sebagai
kerangka
klinis
"untuk
menganalisis
perubahan
yang dicapai dalam
perilaku
ketakutan
dan menghindar."
Perlakuan psikoterapi seperti desensitisasi, permodelan simbolis, dan pengalaman
penguasaan langsung jelas mengubah perilaku klien melalui efikasi
diri. Akan tetapi, lingkup
efikasi
diri
dengan
cepat
meluas
melebihi
domain
perubahan perilaku
klinis
untuk
bisa
diterapkan
dalam
bidang-bidang
seperti
: (1)
promosi
kesehatan
dan
rekoveri
dari
kemunduran
fisik,
(2)
kontrol
terhadap
makan,
(3)
tahan
terhadap
zat
adiktif, (4)
keberhasilan pendidikan, (5)
kinerja olahraga, dan
yang
paling penting, (6) untuk studi dan
aplikasi perilaku organisasi dan kinerja di tempat kerja (Cervone, 2000, p33).
Sebagaimana
telah
dijelaskan,
sementara
konstruksi
POB
lainnya
mempunyai
beberapa studi penelitian di
tempat kerja, efikasi
diri mempunyai
pengetahuan
yang
tertanam
dengan
baik
untuk
dapat
diterapkan
dan
berdampak
positif
terhadap
kinerja.
Secara
khusus,
meta-analisis
dari
Stajkovic
dan
Luthans
yang
mencakup
114
studi
dan
21.626 subjek, mengindikasikan
hasil korelasi rata-rata yang bernilai 38 yang sangat
signifikan antara efikasi diri dan kinerja. Ketika diubah menjadi efek estimasi yang biasanya
digunakan
dalam
meta-analisis, nilai kinerja
yang ditranformasikan
meningkat
28
persen
dikarenakan efikasi diri.
Dengan
perbandingan,
hasil efikasi diri
di tempat
kerja memperoleh
rata-rata kinerja yang lebih besar daripada hasil meta-analisis intervensi perilaku organisasi
populer
seperti
penetapan tujuan (10,39%),
umpan balik
(13,6%),
atau modifikasi
perilaku
organisasi
(17%),
dan
sepertinya
menjadi
prediktor kinerja
yang
lebih
baik
daripada
ciri
kepribadian
(misalnya,"Big
five")
atau
sikap
yang
relevan
(misalnya,
kepuasan
kerja
atau
komitmen
organisasi)
yang
umunya
digunakan
dalam
penelitian
perilaku
organisasi
(Stajkovic, 1998, p261).
|