|
17
bahwa sosialisasi mungkin menjadi salah satu penjelasan terbaik mengapa karyawan
berperilaku seperti yang terlihat dalam organisasi saat ini (2006, p231).
2.2.3 Ciri-ciri Kepribadian
Karya awal dalam struktur kepribadian berkembang sekitar usaha untuk mengidentifikasi
dan pemberian label atas ciri-ciri yang terus bertahan yang menggambarkan perilaku
seorang
individu.
Karekteristik
populer mencakup perasaaan
malu,
keagresifan,
sifat
patuh,
kemalasan,
ambisi,
kesetiaan,
dan
sifat
takut. Karakteristik
ini,
bila
diperagakan
dalam
sejumlah
besar
situasi,
disebut
ciri-ciri kepribadiaan,
semakin
konsisten
karakterisik
itu
dan
semakin sering
terjadi dalam
berbagai
situasi,
semakin
penting
ciri-ciri
itu
dalam
menggambarkan individu (Robbins, 2006, p123).
1. Pencarian awal atas ciri-ciri primer
Usaha
untuk
mengisolasi
ciri-ciri
sudah dihindari
karena
begitu
banyak
ciri,
dalam sebuah studi,
diidentifikasikan 17.953 ciri individu. Sebenarnya
tidak mungkin
untuk
meramalkan
perilaku
bila
ada
begitu besar
ciri
yang
harus
diperhitungkan.
Akibatnya perhatian diarahkan langsung untuk mengurangi ribuan ciri-ciri ini menjadi
satu jumlah yang
lebih
dapat
dikelola.
Seorang
periset
mengisolasi
171
ciri
namun
menyimpulkan bahwa ciri-ciri itu tidak
cukup punya kekuatan untuk digambarkan.
Yang
dicarinya
adalah
mengurangi
perangkat
ciri
yang
akan
mengidentifikasi pola-
pola yang melandasi. Hasilnya dalah identifikasi atas 16 faktor kepribadian , yang dia
sebut
sumber
atau
pokok,
ciri-ciri
ini
umumnya
dianggap
sebagai
sumber
perilaku
yang
konstan
dan
mantap,
yang
memungkinkan prediksi
atas
perilaku
seorang
individu
dalam
situasi
spesifik
dengan mempertimbangkan
karakteristik-karakteristik
untuk mendapatkan relevan situasionalnya (Robbins, 2006, p123)
Tabel 2.1 Enam Belas Sifat Utama
1.
Pendiam vs Ramah
|