|
45
p
roduk atau jasa. Perusahaan
harus
berup ay a keras
untuk
memahami tidak
hany a
rantai
nilai
op erasi
mereka
send iri,
tetap i
juga
rantai
n
ilai
dari
p
esain g,
p
emasok, dan
distributor. (David, 2004, p 256)
Value
Chain
Analyisis
dap at
di
definisikan
sebagai
suatu
alat
untuk
memahami
rantai
nilai
y
an g memb entuk suatu p roduk. Rantai
nilai
in i berasal d ari aktifitas-aktifitas
y
ang
dilakukan,
mu lai dari
bah an baku
samap i ketangan konsumen, termasuk
ju ga
p
elay anan
purna
jual.
Value
Chain
men gidentifik asikan
dan
men ghubun gk an
berbagai
aktivitas
strategik
dip erusahaan
(Hansen,
M
owen,
2000).
Sifat
Value
Chain
tergantung
p
ada sifat
industri dan berbeda-beda untuk p erusahaan
manuf aktur, p erusahaan jasa dan
organ isasi y ang tidak beror ientasi p ada laba.
Tujuan dari analisis value-chain ad alah
untuk
men gidentifik asi
tahap -tahap value
chain di
mana
p
erusahaan
dap at
menin gkatkan
v
alue
untuk p elan ggan
atau
untuk
menurunkan
biay a.
Penurunan
biay a atau p eningkatan
nilai tambah (Va lue added)
dap at
membuat p erusahaan leb ih komp etitif.
Analisis Value Chain
memandang p erusahaan
sebagai salah
satu bagian dari rantai
nilai
p
roduk.
Rantai
nilai
p
roduk merup akan
aktifitas
y
ang
berawal
dari
bahan
mentah
samp ai
dengan
p
enanganan
p
urna
jual.
Rantai
nilai
ini
mencakup
aktivitas
y
ang
terjadi
karena
hubungan
dengan
p
emasok
(Supplier
Linkages),
dan
hubungan
dengan
konsumen
(Consumer Linkages). Aktifitas ini
merupakan kegiatan y ang terp isah tap i sangat tergantung
satu
dengan
y
ang
lain.
(Porter,
2001). Analisis value
Chain membantu
manajer
untuk
memahami
p
osisi
p
erusahaan
p
ada
rantai
nilai
p
roduk untuk
meningkatkan
keunggulan
komp etitif.
Weiler
et
all,
2004,
meny atakan
bahwa
p
endekatan
Analisis
Value
Chain
dan
Value Coalitions merup akan p endekatan terbaik dalam membangun nilai p erusahaan kearah
y
ang lebih baik.
|