Home Start Back Next End
  
24
1. 
Keadaan
system retailer
dideskripsikan
oleh
vektor
x
t
di
mana
masing-masing
komponen sesuai dengan buffer (Gambar 2.2).
2.   Setiap  keputusan  u
t  
bersesuaian  dengan  vektor  pemesanan  toko  dan  gudang
selama
tahap
waktu
ke-t.
Keputusan
u
harus
dicari
sebagai
dasar
dari
keadaan
sebelum keputusan x
t
.
3.   Dari  keadaan  sebelum  keputusan  x
dan  keputusan  u
t  
telah  diberikan,  maka
keadaan setelah keputusan y
t
dapat ditentukan hasilnya. Keadaan setelah
keputusan
y
t
berubah karena permintaan pelanggan
telah
terpenuhi
selama proses
transportasi.
4.   Nilai  dari  keadaan  setelah  keputusan  y
t  
adalah 
nilai  dari  keadaan  sebelum
keputusan
selanjutnya
x
t+1
.
Transisi
dari
y
menuju
x
t+1
disebabkan
karena
permintaan
barang.
Pada
formulasi dynamic
programming
yang
dipakai,
nilai
permintaan ditentukan oleh nilai gangguan acak w
t
.
5.   Biaya  g(y
t
,w
t
)  dihitung  secara  langsung  dari  biaya-biaya  yang  ada  di  dalam
sistem inventory.
Variabel
yang
dibutuhkan dynamic
programming
untuk
menghitung
optimasi
inventory control tidak
sesuai untuk masalah kontrol persediaan barang
yang kompleks,
maka digunakan Neuro-Dynamic Programming.
2.5
Neuro-Dynamic Programming
2.5.1
Pengertian Neuro-Dynamic Programming
Neuro-dynamic
programming
merupakan pengembangan
dari
dynamic
programming. Metode
ini
mengunakan
dasar-dasar intelegensi semu (Artificial
Intelligence)
yang 
mencakup 
simulasi, 
dan 
berbasis 
algoritma 
serta 
fungsi 
teknik
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter