Home Start Back Next End
  
47
2.12.
Metode Keseimbangan Lini
Line Balancing atau
penyeimbangan
lini
adalah
suatu
lini
produksi
yang
terdiri dari urutan-urutan pengerjaan suatu rakitan dimana dikerjakan oleh manusia.
Adapun
ciri-ciri
dari
penggunaan
keseimbangan
lini
didalam perusahaan
adalah
permintaan
(demand)
produk
tinggi
atau
menangah,
produk
yang
dihasilkan
identik
atau sama, dan keseluruhan kerja pembuatan produk (assembly) dapat dibagi dalam
bagian-bagian
yang
lebih
kecil.
Tujuan
utama
dari 
line balancing 
ini
adalah
untuk
meminimasi
waktu menganggur di setiap stasiun kerja dan mencapai suatu efisiensi
kerja yang tinggi di tiap stasiun kerja.
Dalam
menyeimbangkan
suatu
lini
produksi terdapat
beberapa
metode
yang
dapat
digunakan,
salah
satunya
adalah
metode heuristic.
Model
heuristic
ini
menggunakan   aturan-aturan   yang   logis   dalam   memecahkan   masalah.   Inti   dari
pendekatan secara
heuristic ini adalah
untuk mengaplikasikan
kegiatan
yang dapat
mengurangi bentuk permasalahan secara efektif, sehingga model ini dirancang untuk
menghasilkan
strategi
yang
relative
baik
dengan dengan mengacu pada batasan-batasan
tertentu.
Model
heuristic
ini
banyak
digunakan
dalam masalah
yang
berkaitan
dengan
keseimbangan
lini
produksi.
Kriteria
pokok pendekatan
dengan
metode
ini
adalah
pemecahan  yang  lebih  baik  dan  lebih  cepat.  Berikuti  ini  adalah  beberapa  metode
heuristic yang umum dikenal dalam menyelesaikan masalah keseimbangan lini, yaitu :
2.12.1.
Metode Largest Candidate Rule
Menurut  Mikell
P. 
Groover 
dalam  buku 
Automation,
Production
Systems,    and    Computer-Integrated    Manufacturing”   (2001,   p535),  merupakan
metode    yang    paling    sederhana.    Adapun    prosedur    tersebut  secara  detil  dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter