![]() 53
7. Melakukan perhitungan keseimbangan waktu menganggur
8. Melakukan perhitungan indeks kemulusan.
2.12.5.
Metode J-Wagon
Metode heuristic ini mengutamakan jumlah elemen kerja yang terbanyak,
dimana elemen kerja tersebut akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk ditempatkan
dalam stasiun kerja dan diikuti oleh elemen kerja lain yang memiliki
jumlah
elemen kerja yang lebih sedikit (Richard
B.
Chase
dan Nicholas
J.
Aquilano , 1995,
p407).
Apabila
terdapat
dua
elemen
kerja
yang memiliki
nilai bobot
yang sama,
maka prioritas akan diberikan kepada elemen kerja yang memiliki waktu
pengerjaan
lebih besar.
Sedangkan prosedur selanjutnya, sama dengan metode
Helgesson-Birnie (Ranked Positional Weight), hanya saja dalam
menentukan bobot
yang dihitung adalah jumlah operasi (bukan waktu operasi).
Bobot
(J-Wagon)
=
jumlah
proses
operasi-operasi
yang
bergantung
pada
operasi
tersebut.
Gambar 2.4 Contoh Precedence Diagram J-Wagon
Keterangan :
bobot untuk operasi 4 adalah 0
bobot untuk operasi 3 adalah 1 yaitu operasi 4
bobot untuk operasi 2 adalah 2 yaitu operasi 3 dan 4
bobot untuk operasi 1 adalah 2 yaitu operasi 3 dan 4
|