|
Yuliana Dewi Hertantry/ 1000868485
Page | - 28 -
balik.
Oleh
karena
itu
dalam
pendekatan
ekologis
memerlukan
pemecahan
secara
interdisipliner,
yaitu keterlibatan berbagai
macam disiplin
ilmu
untuk
mendapatkan hasil perancangan yang optimal bagi manusia dan alam.
Salah satu langkah konkretnya, misalnya
dengan
membuat
banyak
bukaan pada bangunan. Bisa dengan memasang jendela dan pintu berukuran
besar,
menggunakan
atap
atau
genteng yang
tembus
cahaya,
dan
ventilasi.
Contoh
lain
yaitu
:
menggunakan
shower
di
kamar
mandi.
Selain
itu,
bisa
juga dibuat bak penampungan air hujan di mana airnya bisa digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari. Adanya ruang terbuka hijau. Sebuah rumah atau
bangunan haruslah mempunyai lahan terbuka hijau yang ditumbuhi aneka
tumbuhan sebagai penyuplai oksigen. Tumbuhan juga bisa berfungsi
sebagai
penyerap air, membuat udara menjadi lebih sejuk, dan membuat rumah
menjadi
indah dipandang.
Yang
tak kalah penting adalah pengelolaan
limbah rumah tangga. Limbah bangunan dan rumah tangga merupakan salah
satu
penyumbang
terbesar
pencemaran tanah
dan
air.
Karena
itu
perlu
direncanakan proses konstruksi dan operasional bangunan dengan sangat
hati-hati agar limbahnya bisa ditangani dengan proses yang ramah
lingkungan.
Ini
bisa
dilakukan
dengan
merancang sistem pembuangan
yang
terencana. Membiasakan diri untuk
tidak
terlalu
banyak
menghasilkan
sampah plastik, deterjen, dan menyediakan tempat sampah dengan jumlah
memadai
di
lingkungan
rumah.
Dan
sebaiknya,
pembuangan
sampah
organik dan non organik pun dilakukan terpisah dan khusus, tidak asal
dibuang ke saluran pembuangan.
|