|
berbagai
macam
yaitu,
dissociative amnesia,
dissociative fugue,
depersonalization
disorder
dan
dissociative
identity
disorder.
Berikut
ini
dikemukakan
penjelasan
mengenai jenis-jenis dissociative disorders menurut Zulkaida (2004: 1-6).
Dissociative amnesia
adalah
hilangnya
sebagian
atau
seluruh
daya
ingat
biasanya
mengenai
kejadian-kejadian penting
yang
baru
terjadi
yang
tidak
disebabkan
gangguan
mental
organik,
kelupaan,
kelelahan,
intoksikasi dan
bukan
buatan.
Individu
tiba-tiba
menjadi tidak dapat mengingat kembali
informasi personal
yang penting, biasanya
setelah
mengalami beberapa
peristiwa
stressful.
Selama
amnesia,
perilaku
atau
kemampuan individu
mungkin
tidak
berubah,
kecuali
jika
hilangnya
memori
menyebabkan beberapa
disorientasi, seperti
tidak
mengenali
identitas
(asal,
teman,
keluarga
dan
lain-lain),
atau
berkeluyuran tanpa
tujuan.
Hilangnya
memori
bisa
hanya
untuk
peristiwa
tertentu
atau
bisa
juga
untuk
seluruh
peristiwa
kehidupan, biasanya
berlangsung
dalam periode waktu tertentu, bisa beberapa jam atau bahkan sampai
dengan
beberapa tahun,
memori
biasanya kembali
muncul
secara
tiba-tiba
dan
lengkap
seperti
sebelumnya
dan
juga
hanya
sedikit
kemungkinan untuk
kambuh,
hilangnya
memori
tidak
sama
dengan
yang
disebabkan
oleh
kerusakan
otak,
degenerative
otak,
atau karena ketergantungan otak.
Dissociative fugue
adalah
keadaan
individu
yang
mengalami
gangguan
dengan
melupakan
informasi
personal
yang
penting
dan
membentuk identitas
baru
dan
juga
pindah
ke
tempat
baru.
Individu
tidak
hanya
mengalami
amnesia
secara
total,
namun
juga
tiba-tiba
pindah
atau
melarikan diri
dari
rumah
dan
pekerjaan dan
kemudian
membentuk identitas
baru.
Biasanya
terjadi
setelah
seseorang
mengalami
stress
yang
berat. Misalnya, konflik dengan pasangan, kehilangan pekerjaan, atau penderitaan
karena
bencana
alam.
Identitas
baru
sering
berkaitan
dengan
nama,
rumah,
pekerjaan
|