|
2.8.5
Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Menurut Batuparan (BEI NEWS
Edisi 5
Tahun II, Maret-April 2001), kerangka
kerja manajemen risiko pada dasarnya terbagi dalam tiga tahapan kerja:
A. Identifikasi Risiko
Identifikasi Risiko adalah rangkaian proses pengenalan yang seksama atas risiko
dan komponen risiko yang melekat pada suatu aktivitas atau transaksi yang diarahkan
kepada proses pengukuran serta pengelolaan risiko yang tepat.
Sebagai suatu rangkaian proses, identifikasi risiko dimulai dengan pemahaman
tentang apa yang sebenarnya yang disebut sebagai Risiko. Sebagaimana telah
didefinisikan
di
atas,
maka
risiko adalah tingkat ketidakpastian akan terjadinya
sesuatu/tidak terwujudnya sesuatu tujuan, pada suatu periode tertentu (time horizon).
Bertitik
tolak
dari
definisi tersebut
maka
terdapat
dua
tolak
ukur
penting
di
dalam
pengertian risiko, yaitu :
1. Tujuan (yang ingin dicapai)/Objectives
Untuk dapat menetapkan batas-batas risiko yang dapat diterima, maka suatu
perusahaan harus terlebih dahulu menetapkan tujuan-tujuan
yang ingin dicapai
secara
jelas.
Seringkali
ketidakjelasaan
mengenai
tujuan-tujuan
yang
ingin
dicapai mengakibatkan munculnya risiko-risiko yang tidak diharapkan.
2. Periode Waktu (Time Horizon)
Periode waktu yang digunakan di dalam
mengukur
tingkat
risiko
yang dihadapi,
sangatlah
tergantung
pada
jenis
bisnis yang
dikerjakan
oleh
suatu
perusahaan.
Semakin dinamis pergerakan
faktor-faktor pasar untuk suatu jenis bisnis tertentu,
semakin singkat periode waktu yang digunakan di dalam mengukur tingkat risiko
yang dihadapi.
|