|
12
3.
Fleksibilitas Tempat
Di sekolah-sekolah, para pelajar tidak perlu pergi jauh ke ruang kelas lain
(misalnya
tempat
bimbingan
belajar). Mereka
hanya
perlu
ke
laboratorium
komputer sekolah, dimana e-learning
tersebut di-instal, untuk mengikuti
tambahan pelajaran.
4.
Fleksibilitas Kecepatan Pembelajaran
Pelajar memiliki gaya belajar berbeda-beda. Oleh karena itu, wajar bila
dalam
suatu
kelas
ada
siswa
yang
mengerti
dengan
cepat
dan
ada
yang
harus mengulang pelajaran untuk
memahaminya. Akan tetapi,
karena pelatih
dan
guru
di
kelas
mengajar
dengan kecepatan
sama
untuk semua
siswa,
maka
siswa
yang
lebih
lambat
akan
sulit
memahami.
Terlebih
lagi
guru
sering
tidak memiliki
waktu
menjawab pertanyaan siswa atau berdiskusi
setelah waktu
pelajaran di
kelas habis. Siswa yang lebih cepat menginginkan
lebih
banyak
materi, sedangkan siswa
yang
lebih lambat
menginginkan
pengulangan pelajaran.
5.
Standarisasi Pengajaran
Terdapat
perbedaan
kemampuan
dan metode
pengajaran
yang diterapkan
guru.
Perbedaan tersebut menyebabkan
kualitas
pengajaran sulit
dijaga
karena guru yang difavoritkan tidak mungkin diminta mengajarkan semua
pelajaran.
E-learning dapat menghapuskan perbedaan tersebut. Pelaja®an e-
learning selalu
memiliki
kualitas
sama
setiap
kali
diakses
dan
tidak
tergantung suasana hati pengajar.
6.
Efektivitas Pengajaran
Karena e-learning merupakan teknologi baru, pelajar dapat tertarik dan
mencobanya sehingga jumlah pelatihan meningkat.
E-learning yang
didesain
|