|
13
dengan
instructional
design
mutakhir
membuat
pelajar
lebih
mengerti
isi
pelajaran. Penyampaian pelajaran e-learning dapat berupa simulasi
dan
kasus-kasus,
menggunakan
bentuk
permainan dan
menerapkan
teknologi
animasi canggih.
7.
Kecepatan Distribusi
Kemajuan
teknologi
yang pesat
menuntut
suatu
pelatihan
teknologi
baru
dilaksanakan secepatnya dan menjangkau area luas secara singkat.
8.
Ketersediaan On-Demand
Karena
e-learning dapat
sewaktu-waktu
diakses,
pelajar
dapat
menganggapnya sebagai buku saku.
9.
Otomatisasi Proses Administrasi
E-learning
menggunakan
suatu
Learning Management System (LMS)
yang
berfungsi sebagai platform pelajaran-pelajaran e-learning. LMS berfungsi
pula menyimpan data-data pelajar, pelajaran, dan proses pembelajaran yang
berlangsung.
LMS
yang baik dapat
menyimpan dan membuat laporan
tentang kegiatan belajar seorang siswa,
mulai
dari
pelajaran yang
telah
diambil,
tanggal
akses,
berapa
persen pelajaran
diselesaikan,
berapa
lama
pelajaran diikuti, sampai berapa hasil tes akhir yang diambil.
2.2.4 Keterbatasan E-Learning
Berdasarkan
pendapat
Effendi
dan
Zhuang
(2005,p15),
walaupun e-
learning menawarkan
banyak
keuntungan
bagi
organisasi,
praktik
ini
juga
memiliki
beberapa keterbatasan yang harus diwaspadai oleh pengelola
pelatihan
sebelum menggunakan e-learning, yaitu:
1.
Budaya
|