![]() 20
Private
label yang
merujuk
pada
deskripsi
terhadap
jenis
produk
yang
disediakan
'
.
oleh para pengecer
masing-masing
(Duane
Knapp, 2000)
produk tersebut
mempunyai
spesifikasi
khusus
yang
telah
ditentukan
oleh
peritel.
Private
/abe/juga
dikenal
sebagai
store
brands,
private
label branding,
private
label goods,
own-label,
house-brands.
Private label
merupakan produk dari
perusahaan
pemasok yang
telah terikat
kontrak dengan
peritel
Menurut Harcar, Kara, dan
Kucu Kemiroglu (2006).
Private
labelsendiri
sudah
sering
digunakan
karena dianggap
menguntungkan
oleh
mayoritas
perusahaan
ritel. Hal
ini didukung oleh Kotler
dan
Keller
(2006, p480)
yang
mengatakan bahwa:
':4 growing trend and
major marketing decision
for
retailers concerns
private labels"
Selama 30 tahun
terakhir,
pangsa
private
label dunia
terus
meningkat
dari 12%
ke 34%
(Kumar, 2007,
p4).
Pada
tahun
2010
diperkirakan
pangsa
private
label
dunia
akan
tumbuh
lebih
dari 50% dari
14%
ke
22%.
Hal-hal yang
harus
diperhatikan
untuk
mengembangkan
program-program private label:
1. Mendefinisikan setiap
jenis
merek dari prespektif konsumen (misalnya,
manfaat-
manfaat yang
diinginkan dan
dirasakan).
2.
Menentukan
masalah-masalah
optimum
dari
jenis-jenis
merek dan
menentukan
harga
yang
tepat untuk target
pasar.
3.
Mengembangkan promosi
untuk setiap
jenis
merek.
4.
Mengembangkan
visi dan
misi tertulis
bagi setiap
merek
yang dikuasai,
dan
mengukur kepuasan pelanggan dan
ekuitas
merek
yang
diinginkan.
|