|
mereka.
Keseimbangan
di
mana
global
menge-print
mesin-mesin
kapitalis
sedang
lokal menge-print
komunitas.
Lokalitas
perlu
menempatkan
dirinya
sebagai
sesuatu yang
utama dalam nilai keuniversalan.
Memaknai
lokalitas
artinya
bagaimana
kita
melakukan
pembelajaran
untuk
menyesuaikan
bentuk
dan
material
dengan keadaan
lingkungan
yang
dapat
ditransfer
dalam
bahasa
arsitektur
yang
baik.
Arsitektur
bukanlah
suatu
entitas
yang
lepas
dan
mandiri,
keberadaanya
haruslah
menjadi
satu
kesatuan
integral
dengan
sekitamya
baik
secara
sosial,
spasial
maupun
lingkungan.
Lokalitas
di
kawasan
pantai
berarti
mengadaptasi
kondisi
lingkungan
kawasan
pantai,
dimana
bangunan
di
pantai
berbeda
dengan bangunan di
kawasan lain.
Berarsitektur
seyogyanya
adalah
dengan
memperkuat nilai-nilai
kebersamaan
dan
menghargai
ekspresi
atau
identitas
budaya
sebagai
cerminan
nilai
nilai
transenden,
dan
bahwa
berarsitektur
dapat
diwujudkan
dengan
menggunakan
bahan
serta
keterampilan
lokal,
menghargai
pohon-pohon
dalam
menjaga
kehidupan
mengadaptasi
iklim
secara
arif
dan
kreatif,
menggunakan bahan
bekas,
komponen
lama,
menggunakan
bahan
yang
cermat,
mereduksi
limbah,
menjaga
kebersahajaan,
mengupayakan
satu
ruang
dengan
berbagai
fungsi
yang multi gi.ma
serta
menggunakan
bambu
yang
tak
lain
adalah
kayu
masa
depan.
(Eko
Parwoto,
Upaya
Menentukan Universalitas pada Lokalitas, p79)
|