Home Start Back Next End
  
11.2.2   Arsitektur di
Pantai
Bangunan
di
dekat  pantai 
identik  dengan 
suasana resort,  karena 
lingkungan
pantai 
sendiri   sudah 
menawarkan
suasana
relaksasi.
Bahkan
bangunan
pantai 
juga
bisa 
menjadi
simbol 
status,
karenanya
daerah 
wisata 
dekat 
dengan 
pantai, 
biasanya
memiliki tempat-tempat peristirahatan.
Arsitektur  di 
pantai,  
sebaiknya
memperhatikan 
iklim   pantai 
yang 
cukup
spesifik,
yaitu 
iklim 
tropis 
basah 
yang 
dipengaruhi
oleh 
uap 
air  !aut, 
menjadikan
udara  
sekitar
pantai  
menjadi 
lembab.
Sehubungan
dengan  
itu, 
perabot  
seringkali
menjadi
'korban'
dari 
hawa 
lembab, 
bila
tidak 
diimbangi
dengan 
penghawaan
alami
yang
baik.
Dalam
arti, perabot
seperti
lemari
kayu
bisa
cepat
lapuk
bila
udara
lembab
berkumpul di
sudut  ruangari.
Jenis  
arsitektur 
yang  
paling  
sesuai  
untuk  
bangunan 
pantai  
tentu  
saja
bangunan 
yang  
memperhatikan  berbagai 
prinsip 
arsitektur 
tropis,  
seperti
memperhatikan
penghawaan
alami, 
dan  menggunakan
pencahayaan
ruarni
dari
matahari.
Hal
lain
seperti 
turunnya
hujan, 
juga
perlu 
diperhatikan.
Hal
paling 
penting
yang
diperhatikan adalah  iklim.
Pada  
bangunan 
pantai  
sebaiknya  memberikan 
kesan  
resort  
dalam
penampilan,
kesan 
ruang 
dan 
interior  
bangunan
tersebut.
Dalam 
hal 
ini
bangunan
diusahakan
memiliki
jendela-jendela
yang
besar 
agar  view 
luar 
ruangan 
dapat
masuk
dan
dinikmati
dari  dalam 
ruangan.
Penggunaan
material
alarni  seperti 
batuan  ekspos,
kayu,  dan 
sebagainya
cukup 
menarik 
untuk 
digunakan, karena 
kesan 
alaminya
dapat
mendekatkan
kita 
pada 
alam. 
Penggunaan
material
berkesan
alami 
memang 
dapat
membawa kita
untuk
memiliki
bangunan pantai
dengan ciri
khas
Indonesia.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter