|
Dalam
mengembangkan
kawasan tepian air
(waterfront
development),
Wrenn (1983)
mendefinisikan
waterfront
development
sebagai "interfac-e
between
land
and
water".
Di sini
kata "Interface"
mengandung
pengertian
adanya
kegiatan
aktif
yang
memanfaatkan
pertemuan
antara
daratan
dan perairan.
Adanya
kegiatan
inilah
yang
membedakannya
dengan
kawasan
lain yang tidak dapat
disebut
sebagai
waterfront development, meski
merniliki
unsur
air
tetapi unsur
aimya
dibiarkan pasif.
Dengan
demikian
pengertian
waterfront
development
dapat
dirurnuskan sebagai
pengolahan kawasan
tepian air
yaitu
kawasan pertemuan antara daratan dan
perairan
dengan
memberikan muatan kegiatan aktifpada
pertemuan tersebut.
Perairan
yang
dimaksud
bisa
berupa
unsur
air
alami
(!aut,
sungai,
kana!,
danau) atau unsur air
buatan (kolam, danau
buatan). Sedangkan
muatan kegiatan
bisa
berupa
aktivitas
perairan
seperti
berperahu
(dayung
atau
layar)
atau
aktivitas
pantai
(pesisir, promenade,
atau
esplanade)
yang
memanfaatkan
pemandangan
perairan.
Pengertian
waterfront
development
telah
demikian
berkembang;
sehingga
mencakup
pengembangan kawasan yang
sama
sekali
jauh
dari
sumber air
alami.
11.2.3 Pengertian Arsitektur Tropis
Menurut beberapa pengertian, Arsitektur tropis
didefinisikan sebagai berikut :
Pada
zaman
Yunani
Kuno, kata
"tropikos"
berarti
garis balik, kini
pengertian
ini
berlaku
untuk
daerah
antara kedua
garis
balik
ini,
yang
meliputi
sekitar
40%
dari
luas
seluruh permukaan
bumi.
Sekarang
"tropis" didefinisikan
sebagai daerah
|