Home Start Back Next End
  
10
Bogor (berarti "enau") telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan
penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai-balai penelitian
pertanian
dan
biologi
berdiri
sejak
abad
ke-19.
Salah
satunya
yaitu, Institut
Pertanian
Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.
2.2.1 Letak
Kota 
Bogor 
terletak 
di 
antara 
106°43’30”BT 
-
106°51’00”BT 
dan
30’30”LS
6°41’00”LS serta
mempunyai
ketinggian
rata-rata
minimal
190
meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibu kota kurang lebih 60 km.
Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118,5 km² dan mengalir beberapa
sungai yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan dataran, yaitu: Ci
(Sungai) Liwung, Ci Sadane, Ci Pakancilan, Ci Depit, Ci Parigi, dan Ci Balok.
Topografi  yang  demikian  menjadikan  Kota  Bogor  relatif  aman  dari  bahaya
banjir alami.
2.2.1 Iklim, Topografi, Geografi
Kota
Bogor
terletak
pada
ketinggian
190
sampai
330m dari
permukaan
laut.
Udaranya relatif
sejuk dengan suhu
udara rata-rata
setiap bulannya adalah
26 °C
dan
kelembaban
udaranya
kurang
lebih
70%.
Suhu
rata-rata
terendah
di
Bogor
adalah
21,8 °C,
paling
sering
terjadi
pada
Bulan Desember dan Januari.
Arah          
mata          
angin          
dipengaruhi          
oleh angin          
muson.
Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin muson barat.
Kemiringan Kota Bogor berkisar antara 0–15% dan sebagian kecil
daerahnya mempunyai kemiringan antara 15–30%. Jenis tanah hampir di seluruh
wilayah
adalah latosol coklat
kemerahan
dengan
kedalaman
efektif
tanah
lebih
dari 90
cm dan tekstur tanah yang
halus serta bersifat agak peka
terhadap erosi.
Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat kaya
akan hujan
orografi.
Angin
laut
dari Laut
Jawa
yang
membawa
banyak
uap
air
masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap
air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di
kota
ini
dalam setahun
(70%)
sehingga
dijuluki
"Kota
Hujan".
Keunikan
iklim
lokal ini dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan
Bogor 
sebagai  pusat  penelitian botani dan pertanian, 
yang  diteruskan 
hingga
sekarang.
Kedudukan
geografi
Kota
Bogor
di tengah-tengah wilayah Kabupaten
Bogor
serta
lokasinya
yang
dekat
dengan
ibukota
negara, Jakarta,
membuatnya
strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun
Raya
dan Istana
Bogor merupakan tujuan
wisata
yang
menarik. Kedudukan Bogor di
antara   jalur   tujuan Puncak/Cianjur juga  
merupakan   potensi   strategis   bagi
pertumbuhan ekonomi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter