Home Start Back Next End
  
11
2.3 Definisi Kebun Raya
Berbeda dengan taman publik
(park) atau taman rekreasi, Kebun Raya / Kebun
Botani   
(Botanic
Garden) 
didefinisikan 
sebagai 
sebuah 
lembaga 
institusi 
yang
memiliki
suatu
lahan
yang
ditanami
koleksi tumbuhan dan ditujukan untuk tujuan
penelitian ilmiah, konservasi, tampilan / display dan pendidikan.
2.3.1 Sekilas tentang Kebun Raya / Kebun Botani
Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana
wisata 
dan 
pendidikan 
bagi 
pengunjung. Arboretum adalah 
semacam 
kebun
botani yang mengkoleksi pepohonan.
Dalam kebun botani,
tumbuhan koleksi dipelihara dan diberi keterangan
nama
dan beberapa informasi lainnya yang berguna bagi pengunjung. Dua
tambahan
penting
bagi
suatu
kebun
botani
adalah perpustakaan dan herbarium.
Keduanya diperlukan untuk kegiatan penelitian dan dokumentasi.
Identifikasi/klasifikasi adalah hal yang umum dilakukan di kebun botani.
Kebun  botani  dapat  pula  memiliki  bangunan  khusus  untuk  menumbuhkan
koleksi
yang
tidak
dapat
hidup
pada
iklim alami
tempat
itu
atau
memerlukan
perawatan     
khusus.     
Bangunan     
khusus     
ini     
dapat     
berupa rumah
kaca atau klimatron dan iklim buatan yang dapat dibuat di dalamnya.
Umumnya kebun botani dapat dikunjungi umum. Pemilik kebun botani
dapat 
suatu 
lembaga 
tertentu, 
negara, 
maupun 
perorangan. 
Kebun 
botani
di Indonesia tidak
banyak.
Kebun
botani
milik
negara
di
Indonesia
memakai
nama "Kebun Raya" karena ukurannya yang luas.
Di bawah LIPI/negara terdapat empat kebun botani, yaitu :
Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Purwodadi (di utara Malang)
Kebun Raya Eka Karya Bali di Bedugul, Bali.
2.4 Mengenal Kebun Raya Bogor
2.4.1 Sejarah Kebun Raya Bogor
Pemerintahan Hindia Belanda
Kebun Raya Bogor pada mulanya adalah bagian dari Samida
(hutan buatan atau taman buatan) yang telah ada pada pemerintahan Sri
Baduga
Maharaja
(Prabu
Siliwangi, 1474-1513)
dari
Kerajaan
Sunda,
seperti
yang
sudah
tertulis
didalam prasasti
Batutulis.Hutan
buatan
ini
dibuat
dengan
maksud
untuk
menjaga kelestarian lingkungan, yang
dijadikan
sebagai
tempat
untuk memelihara
benih-benih
kayu
yang
langka. Hutan
ini kemudian terlantar setelah Kerajaan Sunda ditaklukkan
oleh  Kesultanan  Banten,  dan  akhirnya  pada  pertengahan  abad  ke-18
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter