|
12
Gubernur
Jenderal
van der Capellen membangun
rumah peristirahatan di
salah-satu sudut hutan buatan ini.
Berawal
dari
Prof.
Dr.
C.G.C.
Reindwardt,
seorang
ahli
botani
asal Jerman yang berada di Indonesia pada awal abad ke 19. Pada waktu
itu,
Reindwardt
diutus
pemerintah
Hindia
Belanda
sebagai
Kepala
Urusan Bidang Pertanian, Kesenian dan Pengetahuan untuk wilayaj
Jawa. Ia merasa eksplorasi tumbuhan
dan
masalah
pertanian
yang
ada
juga
merupakan
tugasnya
di
Hindia
Belanda
saat
itu.
Dalam suratnya
yang
ditulis
kepada
Gubernur
Jendral
Hindia
Belanda di Batavia
G.A.G.P.
Baron
van
der
Capellen, ia memohon sebidang tanah untuk
penelitian
berbagai
tumbuhan
dan
tanaman
yang
berasal
dari
Indonesia
dan
mancanegara,
yang
bernilai
ekonomis
(kelapa
sawit,
rempah-
rempah, jahe, dll)
Kelak terbukti manfaat kebun itu sebagai tempat pendidikan
guru-guru pertanian dan koleksi tanaman.
Hasil
penelitian
tersebut
disebarluaskan ke kebun-kebun lainnya, tulis Reinwardt.
Tepat tanggal 18 Mei 1817 dilakukan pemancangan patok
pertama. Hal ini menandakan berdirinya Kebun Raya yang kemudian
diberi
nama slands Plantentuin atau Hortus
Botanicus
Bogoriensis,
yang
pada awalnya hanya seluas 47 hektar, hingga saat ini mencapai 87
hektar.
Pada
saat
itu
Reindwardt
menjabat
sebagai
direktur Kebun Raya
dari tahun 1817-1821.
Tahun 1821-1826 kedudukan direktur digantikan oleh Dr. C.L.
Blume.
Ia
adalah
sosok
yang
telah berhasil
mencatat
beragam koleksi
tanaman
yang
ada
di
Kebun
Raya
Bogor
ke
dalam bentuk
katalog.
Katalog pertama tersebut berisikan 900 jenis/spesies tumbuhan.
Pada tahun 1825-1830 terjadi Perang Diponegoro, sehingga
pemerintahan yang dipimpin oleh
Gubernur Jendral van der Capellen
mengalami
kesulitan kondisi keuangan. Kedudukan direktur dalam
pengelolaan Kebun Raya
pun dibiarkan kosong. Dimana selanjutnya
mulai
21
November
1829
Kebun
Raya
berada
dalam pengawasan
lembaga ilmiah. Hingga akhirnya tahun 1831 J.E. Teysmann diangkat
menjadi hortulanus/kurator. Di tangan Teysmann, seluruh tanaman di
Kebun Raya Bogor ditata
ulang dan dikelompokkan secara teratur sesuai
dengan klasifikasi kelas.
1 Januari 1905 Pemerintah Hindia Belanda mendirikan
Departemen
van
Landbouw
(lanjutan
slands
Plantetuin)
atas
prakarsa
Dr. Treub, yang kemudian diangkat menjadi Direktur Departemen van
Landbouw.
Tanggal
31
Juli
1911 Departemen
van
Landbouw berubah
menjadi
Departemen
van
Landbouw,
Nijverheid
en
Handel.
Dalam struktur
organisasi
departemen
yang
baru
ini,
nama
slands
Plantentuin akhirnya
bergabung dalam naungan Departemen van Economische Zaken.
|