Home Start Back Next End
  
13
Pemerintahan Jepang
Tanggal 8 Desember 1941 Pemerintah Hindia Belanda
mengumumkan perang terhadap Jepang. Maret 1942 Jepang berhasil
memasuki Bogor dan setahun kemudian terjadi peralihan Direktur Kebun
Raya
dan
Herbarium,
yaitu
kepada Prof.
T.
Nakai
seorang
ahli
botani
Jepang dan Kanihera sebagai kepala Herbarium. Keduanya menjaga
Kebun Raya 
dan
Herbarium dengan keras dari para tentara Jepang
yang
akan menebang pohon demi
keperluan perang. Di bawah pimpinan
keduanya, Kebun Raya Bogor diberi nama Shokubutsuen.
Pemerintahan Indonesia
Pada tahun 1949, setelah 4 tahun kemerdekaan Negara Republik
Indonesia ‘slands Plantentuin 
berganti
nama
menjadi
Lembaga
Pusat
Penyelidikan  Alam  (LPPA),  Berada  dalam  struktur  organisasi
Kementrian Pertanian. Direktur LPPA pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto
Setyodiwiryo. Pada saat itu LPPA mempunyai 6 anak lembaga, yaitu
Bibliotheca
Bogoriensis,
Hortus Botanicus
Bogoriensis,
Herbarium
Bogoriense,
Treub
laboratorium,
Museum Zoologicum Boroiense
dan
Laboratorium Penyelidikan Laut. Akhirnya untuk pertama kalinya pada
tahun
1956
pimpinan
Kebun
Raya  
dipegang
oleh
bangsa
Indonesia,
yaitu Soedjana Kassan.
Untuk menyiapkan tenaga ahli yang nantinya akan mengisi
kekosongan  pada  lembaga  penelitian  itu,  didirikan  Akademi  Biologi
pada tanggal 10 Oktober 1955, yang terletak di Cibodas. Akademi yang
berdiri di bawah LPPA dan bernaung pada Kementrian Pertanian ini
kemudian  berkembang  menjadi 
Akademi  Kementrian  Pertanian  yang
terletak di Ciawi.
Tahun 1962 Pemerintah RI membentuk Departemen Urusan
Research Nasional (DURENAS), sementara
itu
LPPA berubah
nama dan
status
menjadi
Lembaga
Biologi Nasional (LBN) tanggal
21
Juni
1962.
Lembaga ini serta seluruh anak lembaganya bernaung di bawah Majelis
Ilmu
Pengetahuan
Indonesia
(MIPI).
Majelis
ini
dibentuk
pada
tahun
1956   sebagai   Badan   Research   Khusus   dalam  
DURENAS,  
yang
kemudian berubah menjadi Lembaga Research Nasional (LEMRENAS).
Saat Kebun Raya Bogor mencapai usia 150 tahun, dibentuklah
Lembaga
Ilmu
Pengetahuan
Indonesia (LIPI)
tanggal
23
Agustus
1967,
yang
merupakan
penggabungan
dari
LEMRENAS dan MIPI. Sejak itu
Kebun Raya Bogor serta cabang-cabang lembaganya berada dalam
naungan LIPI.
Berikut  adalah  beberapa  tanaman  hasil  introduksi  kebun  raya
yang kini tersebar di seluruh Indonesia, dan bahkan Asia Tenggara:
Kelapa sawit (Elaeis guineensis):
-
Dari pulau Madagaskar, Afrika Selatan tahun 1848.
-
Merupakan
induk kelapa sawit di Asia Tenggara.
Karet (Hevea braziliemsis):
-
Dari Brazil tahun 1876, sebagai bahan baku industri.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter