|
23
4.
Strategi Defensif
a.
Penciutan
Penciutan (®etrenchment) terjadi
manakala organisasi
melakukan
pengelompokan
ulang
melalui
biaya
dan
aset untuk
membalik
penjualan
dan
laba
yang
menurun. Kadang
kala
disebut
pembalikan
atau strategi
reorganisasional,
penciutan
dirancang
untuk
memperkuat komponen khusus
dengan sumber
daya
yang terbatas
dan
mengahadapi
tekanan
dari pemegang saham,
karyawan, dan
media. Penciutan bisa melibatkan penjualan lahan dan bangunan
untuk
mendapatkan
kas
yang
dibutuhkannya,
memangkas
lini
produk,
menutup
bisnis yang
tidak
menguntungkan, menutup pabrik
yang
usang, mengotomatisasi
proses, mengurangi jumlah karyawan,
dan membangun sistem pengendalian beban.
Lima
pedoman
tentang kapan
penciutan
dapat
menjadi
sebuah
strategi yang sangat efektif :
i.
Ketika
sebuah
organisasi
memiliki
kompetensi
khusus
yang
jelas namun gagal untuk secara konsisten memenuhi maksud
dan tujuannya dari waktu ke waktu.
ii.
Ketika
organisasi
merupakan
salah
satu
pesaing
terlemah
di
suatu industri tertentu,
iii.
Ketiaka
organisasi
ditandai
oleh
ketidak
efisiensian,
profitabilitas
yang
rendah,
semangat
kerja
karyawan
yang
|