|
66
berhasil
apabila
menghasilkan
keuntungan kompetitif
atas
strategi
yang
dijalankan perusahaan pesaing.
Intensitas
persaingan
antarperusahaan akan
cenderung meningkat ketika jumlah pesaing bertambah, ketika pesaing lebih
setara
dalam
ukuran
dan
kapasitas,
ketika
permintaan
produk
industri
menurun,
dan
ketika
potongan
harga
menjadi
lazim.
Selain
itu,
persaingan
juga meningkat ketika konsumen dapat dengan
mudah berpindah ke merek
lainnya,
ketika hambatan untuk
meninggalkan pasar tinggi,
ketika biaya
tetap
tinggi;
ketika
produk
bisa
rusak
atau
musnah;
ketika
permintaan
konsumen
tumbuh lambat atau turun sehingga pesaing memiliki
kelebihan
kapasitas dan
atau persediaan serta ketika produk yang dijual adalah komoditas (tidak
mudah diferensiasai).
2.
Potensi masuknya pesaing baru
Intensitas persaingan antarperusahaan akan meningkat bila pesaing baru
dapat masuk
ke suatu industri dengan mudah.
Hambatan masuk
bagi pesaing
baru
berupa pencapaian skala
ekonomi
secara cepat,
kebutuhan
untuk
menguasai
teknologi,
loyalitas
konsumen
yang
kuat,
prefferensi merek
yang
kuat,
persyaratan
modal yang
besar,
kurangnya
saluran
distribusi
yang
memadai,
kebijakan
regulasi
pemerintah,
kurangnya
akses
kebahan
mentah,
lokasi
yang
kurang
menguntungkan,
serangan
balik
dari
perusahaan
yang
diam-diam berkubu, dan potensi penyaringan pasar.
3.
Potensi pengembangan produk-produk pengganti
Tekanan
kompetitif dari produk-produk pengganti bertambah ketika agar
relatif
produk
pengganti
turun
dan
ketika
biaya
peralihan
konsumen
juga
turun.
|