|
72
2.12.1.1.2 Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE)
Menurut
David
(2009,pp229-232)
langkah terakhir dalam
melaksanakan
audit
manajemen strategis
internal
adalah
penyusunan Matriks Evaluasi
Faktor
Internal
(Internal
Factor
EvaluationIFE
Matrix).
Alat
perumusan
strategi
ini
meringkas
dan
mengevaluasi
kekuatan dan kelemahan utama dalam area-area fungsional bisnis, dan juga menjadi
landasan untuk mengidentifikasikan serta mengevaluasi hubungan di antara area tersebut.
Penilaian intuitif digunakan dalam pengembangan Matriks
Evaluasi Faktor
Internal, sehingga
tampilan
ilmiahnya
tidak boleh
ditafsirkan
sebagai bukti
bahwa tekni
ini
benar-benar
tanpa
celah.
Pemahaman
yang
menyeluruh
mengenai
faktor-faktor
yang
tercakup
di
dalamnya
lebih penting
daripada angka-angka
yang ada. Serupa
dengan Matriks
EFE
dan Matriks
Profil
Kompetitif, Matriks Evaluasi Faktor Internal dapat dikembangkan dalam lima langkah :
1.
Buatlah daftar faktor-faktor internal utama sebagaimana yang disebutkan
dalam
proses
audit
internal.
Masukan
10 sampai
20
faktor
internal,
termasuk
kekuatan
maupun
kelemahan
organisasi. Daftar terlebih
dahulu kekuatannya,
kemudian
kelemahannya. Buat sespesifikasi mungkin dengan menggunakan
presentase, rasio, dan angka-angka pe®bandingan.
2.
Berilah pada setiap faktor tersebut bobot yang berkisar dari 0,0 (tidak penting)
hingga
1,0 (sangat
penting).
Bobot
yang diberikan pada suatu faktor tertentu
menandakan signifikansi relatif faktor tersebut bagi
keberhasilan
industri
perusahaan.
Terlepas
dari apakah
faktor
utama
itu adalah
kekuatan atau
kelemahan internal, faktor-faktor yang
dianggap memiliki pengaruh paling
besar terhadap kinerja organisasi harus diberi bobot lebih tinggi.
Jumlah
total
seluruh bobot yang diberikan pada semua faktor itu harus sama dengan 1,0.
3.
Berikan peringkat antara 1 sampai 4 pada setiap faktor untuk mengindikasikan
apakah
daktor tersebut sangat lemah (peringkat
=
1), lemah (peringkat
=
2),
|