|
73
kuat
(peringkat
=
3),
atau
sangat kuat
(perngkat
=
4).
Perhatikan
bahwa
kekuatan
harus
mendapatkan
peringkat
3
atau 4
dan
kelemahan
harus
mendapat
peringkat 1
dan 2.
Oleh karenanya, peringkat
berbasis perusahaan,
sementara bobot di langka 2 berbasis industri.
4.
Kalikan bobot setiap faktor dengan peringkatnya untuk menentukan skor
bobot bagi masing-masing variabel.
5.
Jumlahkan
skor
bobot
masing-masing
variabel
untuk memperoleh skor
bobot
total organisasi.
Terlepas
dari berapa
banyak
faktor
yang dimasukkan
ke
dalam
Matriks
Evaluasi
Faktor Internal, skor bobot total berkisar antara 1,0 sebagai titik rendah dan 4,0 sebagai titik
tertinggi,
dengan
skor
rata-rata
2,5.
Skor
bobot
total
di
bawah
2,5
mencirikan
organisasi
yang
lemah secara
internal,
sedangkan
skor
yang
secara
signifikan
berada
di
atas
2,5
mengindikasikan
posisi
internal
yang kuat.
Seperti
Matriks
EFE,
Matriks
Evaluasi
Faktor
Internal
harus
memasukan
antara
10
sampai
20
faktor.
Jumlah
faktor
tidak
memengaruhi
kisaran skor bobot total karena bobot selalu berjumlah 1,0.
Ketika
suatu faktor
internal
merupakan
kekuatan
sekaligus
kelemahan
organisasi,
faktor itu
harus dimasukkan dua kali
dalam Matriks Evaluasi Faktor
Internal, dan bobot serta
peringkat harus diberikan pada masing-masing.
|