|
34
oleh industri
yang memperoleh
laba tinggi. Jika industri tersebut
tidak dapat
meningkatkan
kualitas produk
atau
melakukan
diferensiasi,
maka industri
itu akan
111engalamlkemunduran
dalam
laba
dan
mungkin
juga
da!am
pertumbuhannya.
d. Kekuatan tawar-manawar pembeli
(bargaining power of
customers)
Menurut David
(2009,
pl51),
ketika
pembeli
berkonsentrasi!berbelanja,
daya
tawar mereka dapat merepresentasikan kekuatan besar yang
mempengaruhi
intensitas persaingan di
suatu industri.
Daya
tawar pembeli
lebih
tinggi
ketika
produk
yang dibeli
adalah
standar
atau
tidak
terdiferensiasi.
Pembeli
memiliki
daya
tawar
yang
semakin
besar
dalam
kondisi
berikut:
a) Jika
mereka
dapat
dengan
mudah
dan
murah
beralih
ke
merek
atau
pengganti
pesaing
b) Jika
mereka
menduduki
tempat yang
sangat
penting
bagi
penjual
c) Jika
penjual
menghadapi
masalah menurunnya permintaan konsumen
d) Jika
mereka
memegang
informasi
tentang
produk, harga,
dan biaya
penjual
e) Jika
mereka
memegang
kendali
mengenai
apa dan
kapan
mereka bisa
membeli
produk.
e.
Kekuatan
tawar-manawar pemasok
(bargaining power of
suppliers)
Menurut
David
(2009,
p150),
daya tawar
pemasok
mempengaruhi
intensitas
persaingan di
suatu
industri
khususnya
ketika
terdapat
sejumlah besar
pemasok,
atau
ketika
hanya terdapat
sedikit
bahan
mentah
pengganti
yang
bagus,
atau
ketika
biaya
peralihan
ke bahan
mentah
lain
sangat
tinggi.
Dari
analisis
lingkungan eksternal
yang
dilakukan
menggunakan
analisis
remote
|