|
32
2.2.2.2.
Product-based
Approacll
Ancangan
ini
mengasumsikan
bahwa
kualitas
merupakan
karakteristik
atau
atribut
objektif
yang
dapat
dikuantitatifkan
dan
dapat
diukur.
Perbedaan
dalam
kualitas
mencerminkan
perbedaan
dalam
jumlal1
beberapa
unsur
atau
atribut
yang
dimiliki
produk.
Contoh
atribut
spesifik
untuk
sebuail sepeda
motor
misahlya
harga,
konsumsi
BBM,
kecepatan,
ketersediaan
fitur
spesifik
(contohnya rem
cakram,
kualpot
racing,
dan
lain-lain),
ketersediaan
pililian
wama
sepeda
motor,
dan
seterusnya.
Karena
perspektif
ini
sangat
objektif,
maka kelemallannya
adalah
tidak
bisa
menjelaskan
perbedaan
dalam
selera, kebutuhan, dan preferensi individual (atau
ballkan segmen pasar tertentu).
2.2.2.3. Used-based
Approacll
Ancangan
ini
didasdarkan
pada
pemikiran
ballwa kualitas
tergantung
pada
orang
yang
menilainya
(eyes of
the
beholder),
sehingga
produk
yang paling
memuaskan
preferensi
seseorang
(maximum
satisfaction)
merupakan
produk
yang
berkualitas
paling
tinggi. Perspektif
yang
bersifat subyektif
dan
demand-oriented
ini
juga
menyatakan
ballwa
setiap
pelanggan memiliki
kebutuhan
dan
keinginan masing-masing
yang
berbeda
satu
sama
lain,
sehingga
kualitas
bagi
seseorang
adalall
sama
dengan
kepuasan
maksimum
yang
dirasakannya.
Produk
yang
dinilai
berkualitas
baik
oelh
individu
tertentu
belum tentu dinilai sanm oleh orang lain.
2.2.2.4. Manufacturing-based
Approacll
Perspektif
ini
bersifat
supply-based dan
lebili
berfokus
pada
praktik-praktik
|