|
15
motivasi, tekanan, atau hal lain yang menghambat pencapaian prestasi
atlet. Futsal adalah olah raga yang kompetitif, sehingga sangat penting
bagi atlet untuk dapat mengendalikan emosinya. Pengendalian emosi
sendiri bisa dijadikan sebuah motivator bagi atlet untuk berprestasi,
karena pada umumnya sesaat sebelum bertanding atlet mengalami
ketegangan yang memuncak sehingga atlet merasa tidak percaya diri
dalam menghadapi pertandingan.
Pelatih mempunyai tanggung jawab yang besar untuk
mengoptimalkan motivasi atlet untuk berprestasi, karena pelatih sering
berinteraksi dengan atlet. Hubungan antara pelatih dan atletnya harus
menekankan sebuah komunikasi yang baik agar motivasi pada diri atlet
dapat ditingkatkan. Pelatih yang sering menghukum atlet saat atlet
melakukan kesalahan memungkinkan bagi seorang atlet untuk
mengasosiasikan aktivitas fisik sebagai hukuman. Tambahan latihan bagi
sebagian atlet terasa menyenangkan dan berdampak positif, namun
sebagian lagi sama sekali tidak terasa menyenangkan dan memiliki
dampak positif. Menurut Satiadarma (2002), pelatih yang melakukan atlet
tertentu lebih baik akan menimbulkan ketidakkonsistenan dalam
menerapkan aturan yang dapat menyebabkan motivasi atlet menurun.
2.3
Insentif
Teori mengenai insentif yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori psikologi industri dan organisasi (PIO) yang disesuaikan
untuk atlet, khususnya atlet futsal putri pada klub XYZ.
|