|
16
Cashmore (2002) menyatakan bahwa insentif merupakan sesuatu
yang mendorong atau memprovokasi perilaku. Insentif dalam dunia
olahraga sangat bervariasi, dari mulai piala sampai pada rangsangan
dalam bentuk uang. Lain halnya dengan Atkinson (1958) menyatakan
bahwa insentif dapat mendorong motivasi, menurutnya kunci yang
penting untuk melihat motivasi pencapaian seseorang didasari oleh tiga
hal, pertama motif, ekspektasi dan insentif yang diraihnya. Sedangkan
menurut Alderman & Wood (dalam Danielson, 2004) insentif merupakan
sesuatu yang eksternal yang mendorong perilaku seseorang untuk
mencapai tujuan.
Dari ketiga definisi diatas dapat dipahami bahwa insentif
merupakan harapan atau sesuatu hal yang dapat mendorong seseorang
berperilaku untuk dapat mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan insentif
sendiri adalah merangsang diri individu agar dapat mengoptimalkan
potensi yang dimilikinya agar mencapai apa yang diinginkan oleh dirinya
maupun pihak lain yang turut berkontribusi untuk mencapai keberhasilan.
2.3.1
Tujuan Pemberian Insentif
Hasibuan (2010) menyatakan beberapa tujuan dari diberikannya
insentif pada atlet, antara lain sebagai berikut:
1.
Mendorong gairah dan semangat atlet
2.
Meningkatkan kedisiplinan atlet
3.
Meningkatkan tingkat kesejahteraan atlet
4.
Mempertinggi rasa tanggung jawab atlet
terhadap tugas-
tugasnya
|