![]() ![]() 3) Studi waktu dengan jam henti atau Stopwatch Time Study.
Pada penelitian ini teknik yang digunakan untuk pengambilan waktu
adalah dengan menggunakan metoda jam henti (Stopwatch) dan untuk
jumlah sampelnya menggunakan metoda sampling. Metode ini
diperkenalkan pertama kali oleh Frederick W. Taylor sekitar abad 19.
Metode ini baik diaplikasikan untuk pekerjaan yang berlangsung singkat
dan berulang - ulang (Edi Satriyanto; dkk. 2008).
Terdapat tiga metoda jam henti yang digunakan untuk mengukur
elemen kerja (Sritomo Wignjosoebroto, 2008, hal.181-182) :
1) Continuous Timing
Pada metode ini stopwatch
dijalankan terus menerus selama
pengamatan Stopwatch
baru akan dihentikan pada saat pengamatan
selesai dilakukan dan pada akhir pengamatan waktu yang telah
didapat dicatat. Selain itu untuk mendapatkan masing-masing waktu
individu maka perlu dilakukan proses pengurangan.
2) Repetitive Timing
Untuk metode ini cara menggunakan stopwatch, stopwatch ini dibaca
secara simultan dan angka pada stopwatch
dikembalikan ke angka
nol setelah setiap proses selesai. Metode ini dapat dilakukan
pencatatan langsung tanpa perlu mengurangi waktu.
3) Accumulative Timing
Pada metode ini cara menggunakan stopwatch
melibatkan dua atau
lebih
stopwatch, hal ini dikarenakan metode yang digunakan yaitu
ketika stopwatch
yang pertama berhenti kemudian stopwatch
yang
kedua mulai dijalankan dan ketika stopwatch yang kedua berhenti
maka stopwatch yang ketiga dijalankan.
2.3 Beberapa Kategori Waktu
2.3.1 Waktu pengamatan (Waktu Siklus)
Waktu pengamatan merupakan waktu yang diperoleh dari hasil
pengamatan dan pengukuran waktu yang diperlukan oleh pekerja untuk
menyelesaikan sebuah pekerjaan. Berikut ini rumus yang digunakan untuk
menghitung waktu siklus (Barry Render; dkk, 2009, hal.630) :
Waktu Siklus rata-rata =
? Xi
N
|