Home Start Back Next End
  
umum terjadi pada wanita. Masalah penyalahgunaan alkohol dan zat-zat lebih umum
terjadi pada laki-laki.
Perilaku
yang
menyimpang 
adalah
respon
psikologis
yang
tidak sesuai
dengan
situasi
atau
tingkat
keseriusan
masalah. Menurut buku Psikologi Abnormal, yang
ditulis Jeffrey S. Nevid, Spencer A. Rathus, dan Beverly Greene, kriteria yang umum
digunakan untuk mengidentifikasikan perilaku abnormal:
1.   Perilaku yang tidak biasa.
2.   Perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial dan melanggar norma sosial.
3.   Persepsi atau interpretasi yang salah terhadap realitas.
4.   Orang-orang tersebut berada dalam stres personal yang signifikan.
5.   Perilaku maladaptif atau self-defeating.
6.   Perilaku berbahaya.
Mengaitkan perilaku yang menyimpang dengan penyebab supranatural atau hal-
hal gaib disebut model demonologi. Doktrin ini menyebutkan bahwa perilaku
abnormal seseorang disebabkan oleh pengaruh roh jahat atau kekuatan setan.
Masyarakat
saat
itu
meyakini
bahwa
kekuatan
roh
atau
setan
dapat
merasuk
ke
dalam tubuh
seseorang
dan
mengontrol
pikiran
serta
tubuh
orang
tersebut.
Demonologi ditemukan di Yunani, Cina, dan Mesir.
Pada
zaman
Yunani
Kuno,
orang
yang
berperilaku
menyimpang
sering
dikirim
ke kuil untuk dipersembahkan pada Aesculapius, yang adalah Dewa Penyembuhan,
karena
mereka
percaya
ketidakwarasan
yang
menyelimuti pikiran
seseorang
adalah
hukuman dari dewa. Hipocrates menentang pemikiran tersebut. Ia meyakini bahwa
kesehatan   tubuh   dan  
mental   tergantung   pada   keseimbangan   cairan   tubuh.
Berlebihnya lendir (phlegm)
menyebabkan orang tidak bertenaga, berlebihnya cairan
empedu
hitam menyebabkan
depresi
atau
melankolia,
terlalu
banyak
darah
menyebabkan sikap optimistik atau disposisi sanguinis, sementara kelebihan cairan
empedu
kuning
membuat
orang-orang
cepat
marah
atau
koleris.
Meskipung
kita
tidak lagi mengikuti pemikiran Hipocrates, ia memberi pandangan baru bahwa
perilaku
normal
didasari
proses biologis, bukannya supranatural. Hipocrates juga
menggolongkan
tiga
kategori
utama
perilaku
menyimpang,
yaitu melankolia
yang
menandai
depresi
berlebihan, maniak
yang
mengacu
pada
kegembiraan
yang
berlebihan,  dan  frenitis  untuk  perilaku  aneh  (yang  mengarah  pada  skizofernia).
Selain itu, Hippocrates merupakan pelopor somatogenesis
suatu ide yang
menyebutkan bahwa kondisi soma (tubuh) mempengaruhi pikiran dan perilaku
individu. Jika soma (tubuh) seseorang terganggu,
maka pikiran dan perilakunya juga
akan
terganggu. Kebalikannya,
yaitu psychogenesis suatu keyakinan bahwa segala
sesuatu tergantung kepada kondisi psikis individu.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter