|
Pada
zaman
pertengahan,
tulisan
dari mengenai
keyakinan
bahwa
perilaku
abnormal sebagai tanda kerasukan roh jahat atau iblis ditemukan dan dibangkitkan
lagi oleh Gereja. Para pemuka agama pada masa itu melakukan suatu upacara untuk
mengeluarkan
pengaruh
roh
jahat
dari tubuh
seseorang.
Mereka
menggunakan
nyanyian mantra atau siksaan terhadap objek
tertentu,
bisa
binatang
atau
manusia.
Metode tersebut dinamakan exorcism. Pada zaman Renaissance setelahnya,
ketakutan akan roh jahat dan penyihir meningkat. Orang-orang yang diduga penyihir
dihukum mati. Untuk mengetes apakah orang itu benar dirasuki roh jahat, mereka
ditenggelamkan
di
air,
yang
tenggelam terbukti
tidak
bersalah
sementara
yang
terapung dianggap bersekutu dengan
iblis dan dihukum mati. Para
ilmuwan sekarang
mengajukan
dugaan
bahwa
orang-orang
yang
disebut
penyihir
itu
adalah
orang-
orang dengan gangguan mental.
Bagaimana
pun,
teori
Hippocrates
tetap berkembang
dan
di
abad
15-16,
Rumah
Sakit Mental
mulai
menyebar di
Eropa.
Di abad 17-18, beberapa orang
seperti Jean-
Baptiste Pussin, Philippe Pinel, Benjamin
Rush, dan Dorothea Dix, berusaha agar
penanganan terhadap penderita gangguan
mental lebih manusiawi. Filosofi
penanganan ini disebut terapi moral. Namun, di abad ke 19, muncul sikap apatis
dimana
perilaku
abnormal
dianggap
tidak bisa
disembuhkan.
Rumah
sakit
mental
menjadi sekitar tempat penitipan dan perawatan yang ada pun kurang baik.
Gerakan
Kesehatan
Mental
Komunitas
(Community
Mental
Health Act)
pada
tahun
1963
meminta
reformasi
sistem kesehatan
mental,
yang
dijawab
dengan
didirikannya
Sistem Pusat
Kesehatan
Mental
(Community
Mental
Health
Center)
yang berskala nasional. CMCH bertujuan memberikan dukungan dan perawatan bagi
penderita gangguan mental yang dilepaskan dari rumah sakit mental. Hal ini
didukung penemuan obat antipsikotik yang membantu menekan gejala-gejala
skizofernia,
yaitu phenothiazines.
Penggunaan
obat
ini
memberi
harapan
akan
penderita gangguan mental, misalnya skizofernia, untuk kembali ke komunitas.
2.2.3 Penggolongan gangguan mental berdasarkan DSM IV-TR
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder
merupakan panduan bagi
ahli kesehatan mental,
baik psikolog maupun psikiater, yang membahas dan
mengklasifikasikan gangguan mental dan membantu diagnosis masalah kesehatan
mental. DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA) dan saat ini
sudah diterbitkan sampai versi keempat.
Penggunaan
DSM
sebagai
panduan
internasional
mengundang
kontroversi
karena DSM dibuat berdasarkan kasus-kasus di Amerika Serikat, sehingga
dikembangkan
versi
internasional
dari
DSM,
yang
dimasukkan
dalam
bab
Mental
|