|
2.1.4 Wawancara dengan Narasumber
Untuk mendapat sudut pandang lebih dalam
mengenai topik
ini, dilakukan
wawancara dengan Psikiater bagian Litbang Rumah Sakit Mental Dr. Soeharto
Heerdjan, Dr.Pri. Berikut hasil wawancara dengan beliau:
-Apa
kebanyakan
pasien
yang
datang
ke
rumah
sakit
mental
sudah
tahu
gangguan mental mereka?
Umumnya penderita gangguan mental tidak menyadari bahwa mereka sakit,
yang terganggu oleh keadaan si penderita biasanya lingkungannya, keluarga,
tetangga,
atau
temannya.
Karena
mereka
tidak
ada insight
bahwa
mereka
sakit.
Karena itu, umumnya mereka dibawa keluarga. Beberapa yang tidak bisa dibawa
keluarga dijemput oleh rumah sakit.
-Menurut Bapak, pengetahuan masyarakat mengenai gangguan mental masih
kurang?
Masih
sangat
kurang
dan
sebenarnya mereka
sangat
memerlukan
pengetahuan
tentang itu. Kami
tidak menyalahkan masyarakat, karena pemahaman
masyarakat
mengenai
gangguan
mental
masih
terpengaruh
budaya
dan
tradisi
kita, jadi masyarakat masih menganggap gangguan mental itu akibat guna-guna,
sihir, atau teluh. Bukannya kami mengabaikan hal seperti itu, tapi perlu diberikan
edukasi bahwa pada saat ini, gangguan mental secara medis dapat diatasi, supaya
penderita tidak dibawa setelah terlambat. Umumnya, bila ada anggota keluarga
yang
menderita
gangguan
mental,
dibawa
ke
orang
pintar,
pastur,
kiyai,
ahli
keagamaan,
untuk
didoakan.
Setelah
beberapa
kali
cara
itu
tidak
berhasil,
baru
dibawa ke rumah sakit
mental. Saat
itu, penderita sudah sampai
tahap parah, bisa
setelah beberapa tahun sampai puluhan tahun. Seandainya penderita dibawa
sedini mungkin, kemungkinan pulihnya (prognosis) mungkin akan lebih baik.
-Dengan
unit psikiater keliling dan penyuluhan, kondisi
masalah kesehatan
mental di Indonesia sudah lebih baik?
Seharusnya, namun dengan keterbatasan dana, banyaknya pasien dan kurangnya
tenaga kerja, kondisi sekarang masih memprihatinkan. Kami butuh kerja sama
dari semua sektor, dengan keswamas, Dinas Kesehatan,
Departemen Sosial, dan
lain-lain,
termasuk
masyarakat.
Masalah
kesehatan
mental sebenarnya masalah
untuk
semua
lapisan
masyarakat,
sama
saja seperti kesehatan fisik. Sampai saat
ini, kami baru bisa
menggapai
lingkungan sekitar di tingkat kelurahan dan yang
membutuhkan.
|