|
-Gangguan mental apa yang banyak diderita pasien yang ditangani di sini?
Kebanyakan gangguan mental berat seperti skizofrenia dan bipolar, atau depresi
berat. Biasanya gangguan skizofrenia pertama kali muncul di usia 16-18 tahun,
sedangkan
gangguan
bipolar
usia
20an
sampai
akhir
30an.
Gangguan
mental
yang
masih belum termasuk kasus berat, seperti
gangguan kepribadian, parafilia,
atau gangguan kecemasan, biasanya tidak berobat ke sini.
-Untuk mengetahui gangguan mental yang diderita pasien, bagaimana proses
pemeriksaannya?
Ada
prosedur
klinisnya
yang
disebut clinical
pathway.
Pasien
masuk
ke
poliklinik, lalu kita lakukan pemeriksaan, dari wawancara, juga ada alat-alat
khusus
seperti
brainmapping,
EEG
(untuk
memeriksa
gelombang
otak),
MRI,
tapi
umumnya
tidak
perlu.
Gangguan
mental sifatnya
fungsional,
jadi
umumnya
dilihat dari gejalanya saja bisa diketahui gangguan apa yang diderita.
-Untuk penderita rawat inap dan rawat jalan, apa bedanya?
Dilihat
dari
parahnya
gangguan
dan
kemampuan
keluarga. Pasien
rawat
inap
tinggal
sementara
di
rumah
sakit
selama beberapa
waktu,
biasanya
sekitar
beberapa hari sampai satu bulan. Dengan bantuan obat, pasien kebanyakan sudah
hanya
dirawat
inap
kurang
dari
satu
bulan.
Pasien
rawat
jalan
datang
berobat
rutin ke rumah sakit, tiap
minggu atau 2
minggu
sekali.
Asal
rajin
minum obat,
pasien bisa pulang.
-Apa semua pasien bisa kembali ke masyarakat?
Tentunya
dengan
segala
kekurangan
dan kualitas hidupnya. Tapi, dengan
canggihnya pengobatan saat ini, umumnya semua
pasien,
99,9
%
pasien,
pasti
bisa kembali ke masyarakat.
Selain itu, ada juga wawancara dengan Bu Retno dari bagian humas Rumah Sakit
Mental Dr. Soeharto Heerdjan dan Pak Kanisius dari bagian Kesehatan Mental
Masyarakat Dr. Soeharto Heerdjan. Informasi yang didapat dari wawancara:
-Pasien gangguan mental yang datang untuk mendapat perawatan umumnya
sudah
dalam tahap
parah.
Walaupun
mereka
tahu
ada
yang
salah,
mereka
cenderung merasa malu untuk mengakui hal itu. Oleh karena itu, mereka baru
datang atau dibawa ke rumah sakit ketika gangguan itu sudah tak bisa diatasi
sendiri lagi.
|