Home Start Back Next End
  
25
anak 
itu 
adalah 
hasil 
perselingkuhan 
Ibu 
bebek 
dengan 
mahluk 
lain,
sedangkan Ibu bebek tidak terima dituduh seperti itu. Pak bebek pun pergi
meninggalkan Ibu bebek. Sementara itu si bebek kecil yang buruk rupa tadi
pun
diejek
oleh
saudara-saudaranya
yang
lain.
Namun
demikian,
si
bebek
kecil yang buruk rupa itu tetap
mengikuti kemanapun induknya pergi,
walaupun 
induknya 
tidak 
pernah 
sekalipun 
memperhatikannya. 
Semakin
besar,
semakin
berbedalah
dia
dengan saudara-saudaranya
yang
lain,
dan
hal
ini  sangat  memalukan  bagi  Ibu  bebek.  Apalagi  si  bebek  buruk  rupa  ini
ternyata
tidak
bisa
berenag
sebaik
saudara-saudaranya
yang lain.
Pada
suatu
hari, saat sedang berenang bersama Ibu dan saudara-saudaranya, sang bebek
buruk rupa ini tertinggal jauh di belakang.. Ia kemudian memanggil-manggil
ibunya   dengan   suaranya   yang   jelek   itu,   namun   tidak   ada   sahutan.
Akhirnya ia pun berenang menyusuri sungai untuk mencari keluarganya
kembali, berhari-hari
ia lalui tanpa
menyerah, hujan angin ia terpa tanpa kenal
lelah, hingga akhirnya ia benar-benar putus asa dan menangis sedih di sudut
sungai… Tangisannya begitu meyayat hati,
ia
masih
begitu kecil, belum
mengerti   mengapa   ibunya   meninggalkannya   dan   tidak   pernah   sayang
padanya,
padahal
ia
anaknya..
mengapa
langit
begitu
kejam padanya…
mengapa… tangisnya.. Tak lama, datanglah dua ekor bebek yang ajaibnya,
sama buruknya dengan bebek buruk rupa
itu, bahkan suaranya pun juga sama!
Mereka
mendatangi bebek kecil
yang sedang
menangis
itu dan
menghiburnya.
Tak
lama,
datanglah
induk
mereka
yang
mencari
kedua
anaknya
yang
tiba-
tiba
menghilang, dan
terlihatlah oleh bebek buruk
rupa
itu
seekor angsa
yang
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter