Home Start Back Next End
  
26
sangat  cantik.. 
lehernya  panjang…  dan  wajahnya 
menyiratkan  kasih  dan
sayang…
Begitu 
melihat 
bebek 
buruk 
rupa 
itu, 
ia 
pun 
bertanya 
padanya:
“Wahai mahluk kecil,mengapa engkau menangis?” “Saya kehilangan induk
saya…” jawab si bebek sambil menangis.. “Induk saya tidak mau saya
lagi..karena saya berbeda dengan saudara-saudara saya.. mereka cantik-cantik
dan pandai berenang seperti saudara-saudara saya yang lain.. waktu baru lahir,
saya sudah dibenci oleh ibu saya, karena saya tidak seperti mereka…dia tidak
pernah menyayangi saya… katanya saya bukanlah anaknya…karena bulu saya
tidak kuning keemasan seperti mereka… paruh saya tidak sama warnanya
dengan mereka.. dan suara saya sangat jelek…Ibu
selalu
berkata bahwa saya
adalah bebek yang salah lahir..” “Wahai mahluk kecil, jangan menangis…
memang benar kata Ibu kamu, kamu berbeda dengan saudara-saudaramu
yang
lain..
mereka
memiliki
apa
yang
tidak
kamu
miliki…dan
sebaliknya
kamu
juga
memiliki apa
yang tidak
mereka
miliki… Nah, sekarang lihatlah air yang
mengalir 
di 
bawahmu, 
pandanglah 
wajahmu…lihatlah 
persamaan 
antara
dirimu dan anak-anakku…” Sang itik pun melihat pantulan dirinya sendiri di
air
dan
mendapati
bahwa
dirinya ternyata
sama
dengan
kedua
anak
itik
tersebut...“Ya…
kamu
bukanlah
anak
bebek…
kamu
adalah
anak itik…
memang saat ini rupamu buruk, tetapi aku yakin kelak kamu
akan menjadi
secantik     aku…     kemarilah     nak,     anggaplah     aku     ini     Ibumu…”
Sang itik kecil itupun mendekati induk Angsa yang cantik dan merasakan
kehangatan dibawah pelukan sayapnya
yang penuh dengan kasih…
ia pun tak
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter