Home Start Back Next End
  
27
lagi
bersedih…
Kemudian
sang
itik
kecil
pun
ikut
bersama
dengan
induk
angsa  kemanapun  mereka  berenang,  sekarang  sebagai  itik  yang  bangga,
karena ia mempunyai keluarga yang
menyayanginya…
dan
pada
suatu
kesempatan, ia berpapasan dengan keluarga bebek yang pernah membencinya,
ia pun berasa bangga saat melewati mereka… dan anak-anak bebek itupun
hanya terbengong-bengong saja melihatnya…
2.4.4
Versi Cerita Lain
Pada
sebuah
tepian
danau,
dekat Hutan
Kebijaksanaan,
tinggallah
seekor
itik.
Sementara
itu,
berjalan
beberapa
langkah ke
sebelah
kanan,
nampak sekawanan angsa tertawa-tawa dan berenang menimbulkan bunyi
kecepuk air. Si Itik hanya memandang sekilas pada kawanan angsa tadi
sebelum bergegas berjalan sambil menjinjing keranjang.
“Pagi,
Bu
Itik!
Hendak
ke
mana
sepagi ini?” seekor berang-berang
muncul
dari
dalam air,
menyapa
Si
Itik.
Namun,
Berang-berang
sama
sekali
tidak melihat ke arah wajah Si Itik.
“Oh..Aku
hendak
berbelanja.
Sebentar
lagi
musim dingin
tiba.
Jika
tidak bersiap-siap dari sekarang, takutnya nanti, persedian makananku habis.”
Si Itik mencoba menjawab seramah
mungkin, meskipun hatinya bergejolak
ketika melihat kejijikan di wajah Berang-berang.
Usai basa-basi yang lain, Si Itik kembali melanjutkan perjalanannya.
Wajahnya nampak murung saat melewati kawanan angsa.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter