|
12
Melambangkan
bahwa
yang
lebih
muda
menghormati
yang
lebih
tua
sama
halnya
yang lebih tua melindungi yang lebih muda.
2.4.2 Sakura
Sakura
melambangkan
pendidikan,
cinta
dan
kecantikan
juga
kefanaan
dari
kehidupan karena jangka
waktu
mekar sakura
yang singkat. Sakura
yang berguguran
adalah
metafora untuk
para
prajurit
yang
gugur
dengan
berani
di
medan
perang.
Konotasi ini juga menghubungkan sakura dengan samurai.
Keistimewaan sakura
sangat
terkai
erat
dengan
tradisi
kesatriaan
Jepang.
Menjadi
symbol
dari
integritas
dan
kemurnian,
sakura
melambangkan
kesatriaan
itu
sendiri.
Karena
sakura
gugur
pada
saat
keadaannya paling
indah,
sakura
adalah
representasi
dari
kehebatan samurai.
Karena
samurai
adalah
orang
yang
tidak
bercela
yang
membawa kebaikan-kebaikan
yang terhormat seperti kemurnian, kejujuran, kesetiaan,
pengabdian, keberanian
dan
kepercayaan dan
merelakan
nyawanya
hilang
di
medan
perang pada saat ia di puncak masa mudanya.
Di Jepang, ada pepatah yang
mengatakan
Hana
wa sakura
gi,
hito wa Bushi
yang artinya bahwa,
Bunga yang
terbaik adalah sakura,
laki-laki
yang terbaik adalah
seorang samurai.
Sakura adalah bunga
yang rentan dan
indah, yang ditiup oleh angin sebelum ia
layu,
yang
kecantikannya
tidak
tersentuh,
merepresentasikan
kematian
yang
paling
mulia, jauh dari kebumian dan kekotoran.
Simbol
dari
lencana
samurai
adalah
sakura
yang
diorientasikan ke
arah
matahari terbit, sebagai symbol dari pengabdian hidup mereka.
2.4.3 Air
Air
melambangkan kemurnian
dan
kesuburan.
Seringkali
diibaratkan
sebagai
sumber
kehidupan.
Air
juga
melambangkan sirkulasi,
pemurnian,
refleksi,
fleksibilitas, kelahiran dan
kehidupan. Dalam ajaran
Taoisme, air
diibaratkan sebagai
aspek
dari
kebijaksanaan. Maksudnya
adalah,
air
mengambil
bentuk
dari
wadahnya
dan
bergerak dengan tidak
melawan arah. Air
juga
dapat bertransformasi dari
bentuk
cair, padat dan gas.
|