Home Start Back Next End
  
4
sebagian
besar
tetap
mempertahankan keperdulian
terhadap
aspek
keselamatan
bagi
pihak
yang
menyerang.
Seni
beladiri
ini
juga
menekankan pada
prinsip
kelembutan
dan
bagaimana
untuk
mengasihi
serta
membimbing
lawan.
Prinsip
ini
diterapkan
pada
gerakan-gerakannya yang
tidak
menangkis
serangan
lawan
atau
melawan
kekuatan dengan
kekuatan tetapi
"mengarahkan"
serangan lawan
untuk
kemudian
menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.
Ueshiba
menginginkan
Aikido
tidak
hanya
sebagai
perpaduan
seni
beladiri,
tetapi
juga
ekspresi
falsafah
pribadinya
yang
bersifat
damai
dan
universal.
Seumur
hidupnya,
Ueshiba
dan
murid-muridnya telah
menyebarkan Aikido
dengan
cara
mendidik dan menciptakan praktisi beladiri ini di seluruh dunia.
2.2.2          Tehnik Aikido
Berbeda
dengan
beladiri
pada
umumnya
yang
lebih
mengutamakan pada
latihan
kekuatan
fisik
dan
stamina,
Aikido
lebih
mendasarkan latihannya
pada
penguasaan
diri
dan
kesempurnaan teknik.
Teknik-teknik
yang
digunakan
dalam
Aikido
kebanyakan berupa
teknik
elakan, kuncian,
lemparan, bantingan.
Sementara
teknik-teknik 
pukulan 
maupun 
tendangan 
dalam 
praktiknya 
jarang 
digunakan.
Falsafah
yang
mendasari Aikido,
yaitu
kasih
dan
konsep
mengenai ki,
membuat
Aikido
menjadi suatu seni beladiri yang
unik. Secara
umum
Aikido dapat
golongkan
sebagai beladiri kuncian dan pergumulan (grappling).
Dalam
Aikido
ini
juga
tidak
mengenal
sistem
atau
pertandingan,
seperti
beladiri-beladiri lainnya.
Namun
sistem
kompetisinya
lebih
bersifat
embukai
(peragaan teknik).
Dalam
Aikido,
kompetisi
yang
sesungguhnya
adalah
dalam
pertarungan yang sebenarnya, pialanya adalah nyawa kita sendiri.
Aikido
juga mendapatkan pengaruh dari seni beladiri
tradisional Jepang Kenjutsu dan
Pengaruh
Kenjutsu
tampak
dalam
pengaturan gerakan
gerakan
atau
langkah
langkah kaki. Sedangkan pengaruh Jujutsu tampak dalam penggunaan teknik kuncian
dan lemparan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter