|
9
2.3.2 Plus Minus E-learning
Seperti sebagaimana
yang disebutkan di
atas, e-learning
telah
mempersingkat
waktu
pembelajaran dan
membuat
biaya
studi
lebih
ekonomis.
E-learning
mempermudah
interaksi
antara
peserta
didik
dengan
bahan/materi, peserta
didik
dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling
berbagi
informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-
ulang,
dengan
kondisi
yang
demikian itu
peserta
didik
dapat
lebih
memantapkan
penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam
e-learning, faktor
kehadiran
guru
atau
pengajar
otomatis
menjadi
berkurang atau
bahkan
tidak
ada.
Hal
ini
disebabkan karena
yang
mengambil peran
panduan-panduan elektronik yang
dirancang oleh
"contents
Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :
1.
melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar
yang
menjadi
tanggung
jawabnya
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
2.
mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
3.
mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
Kehadiran
guru
sebagai
makhluk
yang
hidup
yang
dapat
berinteraksi
secara
langsung dengan para
murid
telah
menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning
ini.
Inilah
yang
menjadi
ciri
khas
dari
kekurangan
e-learning
yang
tidak
bagus.
Sebagaimana
asal
kata
dari
e-learning
yang
terdiri
dari
e
(elektronik)
dan
learning
(belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
2.3.3 Sejarah dan Perkembangan E-learning
E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh
universitas
di
Urbana-Champaign dengan
menggunakan
sistem
instruksi
berbasis
komputer
(computer-assisted
instruction)
dan
komputer
bernama
PLATO.
|