|
17
ditancapkan
kayu
di
tempat
silpin
tadi
duduki peranan
matahari
disini
sangat
penting karena
bayangan
kayu
saat
matahari terbit dan tenggelam menjadi patokan luasnya
sebuah candi dan lagi masyarakat mengelilingi patok kayu
itu agar jarak luasan tidak hilang, setelah jarak
luasan
sudah
diketahui
barulah
di
bentuk
satu
bentuk
bujur
sangkar besar
sesuai
arah
mata
angin
dengan
menggunakan tali, dan
setiap sudutnya
di
gabungkan
dengan
tali
lagi
secara diagonal
agar
di
dapat
titik
tengahnya.
Brahmastana sendiri
adalah
sebutan
untuk
tempat bersemayamnya Batara Brahma.
B.
Vastupurasa Mandala
: setelah titik tengahnya di
dapatkan maka selanjutnya
adalah membuat
Grid system
yang disebut
dengan
Vastupurasa
Mandala,
grid
ini
berfungsi sebagai pembatas untuk
meletakan batu-batu
pertama agar rapih .
C.
Garbhapatra
: setelah
pembuatan Vastupurasa
mandala
selesai,
kembali
lagi
para
pembangun
menggali
titik
tengah
Brahmastana
yang telah
di
tentukan,
dan
memasukan Garbhapatra sebuah
wadah
yang di dalamnya
berisi
benda-benda
perlambang Panca
maha
bhuta
(lima
unsur alam)
yaitu angkasa, tanah,
air,
angin,
dan api.
Simbol-simbol yang digunakan bisa berupa biji, benang,
|