Home Start Back Next End
  
18
kertas emas (bertuliskan kidung puji atau
mantra bisa
juga
nama
dewa),
cermin
perunggu
dan
tulang hewan.
Untuk
unsur  api  biasanya  di 
wakilkan  oleh  abu,  oleh  karena
itulah para
peneliti
Belanda, dahulu
mengidentikan candi
dengan sebuah makam,
walaupun sebenarnya
belum tentu
seperti itu.
Kembali ke Brahmastana. Diatas titik tengah inilah di bangun candi
induk
yang
terbesar diantara candi
lain
nya,
namun
tidak
semua candi
di
Indonesia
mengikuti
aturan
ini,
aturan
yang berada
dalam
kitab
Silpasastra,
sehingga candi di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri.
Cara membangun candi tersebut adalah dengan
memecah batu andesit
atau batu sungai, dan membentuknya dengan cara dipahat sehingga berbentuk
balok-balok
batu,
cara
merekatkan
batu
yang satu
dengan
yang lain
pun
berbeda  
dengan
zaman
modern
seperti
sekarang ini,
zaman
dahulu
saat
pembangunan candi, batu disusun seperti puzzle dengan bagian batu dibentuk
lubang dan
batu
yang
lainnya
di
berikan
tonjolan,
yang kemudian
disambungkan
pas
sehingga terkunci
secara kuat.
Lalu
pada bagian
luar
biasanya di buat dinding dengan tekhnik dinding
ganda yaitu diantara bagian
dinding
dalam
dan
luar
di
masukan
pecahan
batu
dan
lumpur,
keuntungan
dari
dinding
ganda
adalah
bagian
luar
dinding dapat
di
pahat
dan
di
berikan
ornamen-ornamen penghias candi, menurut
peneliti Perancis Jacques
Durmacay 
dalam bukunya
yang berjudul ‘Les
temples de Java‘ atau ‘candi-
candi jawa, 1986‘ beliau menemukan dan mengatakan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter