![]() 21
2.4.2.3
Teori perkembangan kognitif
anak
Menurut Jean
Piaget seorang psikolog perkembangan dan
filsuf di Swiss,
yang
menemukan teori perkembangan kognitif pada anak, bahwa
usia 3-6
tahun
sebagai
tahap
pra-Operasional,
karena
anak
belum
mampu
untuk
mengoperasionalkan
apa
yang
dipikirikan
melalui
pemikiran
anak.
Yang
pertama
pada
tahapan
ini
anak
menganggap
semuanya sama,
seperti
seorang pria di keluarga adalah ayah,
maka semua pria adalah ayah. Yang
kedua
anak
menganggap
benda
mati
adalah
benda
hidup.
Pemikiran
ini
disebut
dengan
animisme,
contohnya dimana
jika
anak
merasa
kesal
terhadap
benda
mati
tersebut
makan
anak
akan
memukul
benda mati
tersebut
Berikut adalah penjelasan perkembangan kognitif anak sesuai dengan
usia
nya
Tahap
pra-operasional (2-7
tahun)
pada
tahapan
ini
anak
melihat
dunia
hanya
dalam hubungan
dengan
dirinya, pola pikir egosentris.
2.4.2.4
Teori Perkembangan psikomoral
anak
Menurut
Lawrence
Kohlberg,
seorang psikolog
di
Amerika
yang
melakukan
penelitan
tentang
pendidikan
moral
dan
penalaran, yang
kemudia
dia
menemukan
teori
perkembangan
psikomoral. Pada
usia
prasekolah anak berada pada tahap preconventional. Tahapan
ini terdapat
3
fase,
Pada
tahap
yang
pertama anak
memiliki
rasa
egosentris,
yaitu
kebaikan
adalah
apa
yang
mereka
mau,
rasa
cinta
dan
kasih
sayang, dan
sebaliknya
ekspresi
kurang
perhatian
bukan
untuk mereka
mengenal
keburukan,
tetapi
membencinya.
Tahap
kedua
yaitu
orientasi
hukuman
dan
ketaatan,
baik
dan
buruk
sebagai
konsekuensi
dari
suatu
tindakan.
Dan
tahap
yang
terakhir
yaitu
anak
berfokus pada
motif
yang
menyenangkan. Anak
menjalankan
aturan
sebagai
sesuatu
yang
dapat
memusakan mereka sendiri.
2.4.3 Teori perkembangan motorik
anak
Anak
yang cerdas tidak
hanya akan
menjadi buah
hati
yang
menyenangkan ,
namun
juga
membanggakan. Perkembangan
otak
pada
anak
merupakan
fondasi
yang dapat
menentukan
masa depan dan
kecerdasannya, baik emosional
maupun
intelektual. Stimulasi otak sangat penting bagi anak, Karena stimulasi secara dini
pada
anak
akan
membantu
mengaktifkan
dan
memperkuat
fungsi
jaringan
otak
tersebut secara permanen.
|