|
21
dikenal
istilah
pengulangan
(updating),
guna
mencapai
kejelasan,
apalagi
jika
ada perkembangan berita
lanjutannya yang harus disampaikan pada rentang
waktu tertentu dalam satu hari.
5. Imajinasi,
yaitu
radio
dan
terutama
berita
radio
adalah
theater
of
mind.
Berita
yang
disajikan
harus
dapat
mengembangkan
imajenasi
dramatik
pendengar
secara tepat atas peristiwa yang terjadi. Pendengar seperti sedang berada di lokasi
kejadian atau terlibat dalam persoalan yang diberitakan.
6. Fleksibel, yaitu cara penyampaian berita radio sangat bergantung pada kreativitas
dan
gaya
penyiar
yang
membacakannya.
Seluruh
pengertian
dan
makna
teks
yang disampaikan, tercermin infleksi (tinggi, rendah, datar) kekuatan suara
penyair, sebab announcer is the captain of the station.
Sementara
menurut
Astuti
(2008,
h.
65-66)
mengutip
penjelasan
Vivian
(2006,
h.
265) yang menjadi syarat penulisan sebuah berita radio adalah:
1. Akurat, seimbang, dan adil.
Pada pokoknya memenuhi syarat-syarat ideal jurnalisme yang objektif.
2. Interprestasi.
Apakah reporter mencoba membantu khalayak untuk memahami apa yang
terjadi?
Atau justru
membiaskan
informasi? Menilai bias yang bersumber dari
aspek individual bukan hal yang mudah atau terlihat dengan seketika.
3. Original Content.
Kebanyakan
radio
tidak
menerjunkan
reporternya
secara
langsung
di
lapangan,
tetapi
hanya
mencari
sumber
dari
internet.
Hal
ini
sah
saja
asal
sumber
disebutkan
dan
dirombak
bentuk
penulisannya
menjadi
berita
radio.
Tetapi
hal
|