|
32
tersebut. Ataupun juga mereka suka dengan presenter yang
membawakan acara tersebut. Inilah yang membuat mereka
mempunyai minat untuk menionton langsung ke studio.
2.3.4 Teori Uses and Gratification (205-208)
Riset Uses and Gratification
ini berangkat dari pandangan bahwa
komunikasi
(khususnya
media
massa) tidak mempunyai kekuatan
mempengaruhi khalayak. Inti teori Uses and Gratification
ini adalah khalayak
pada dasarnya
menggunakan
media
massa berdasarkan
motif
motif tertentu.
Media dianggap berusaha
memenuhi
motif khalayak. Jika
motif
ini
terpenuhi,
maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu
memenuhi kebutuhan khalayak disebut
media
yang efektif.
(Krisyanto 2008
:
206)
Menurut Katz
seperti
yang dikutip Onong,
model
ini
memulai dengan
lingkungan
sosial
yang
menentukan
kebutuhan
kita.
Lingkungan
sosial
tersebut
meliputi
cirri
ciri
afiliasi
kelompok
dan
ciri
ciri
kepribadian
kebutuhan kepribadian dikategorikan sebagai cognitive needs, affective needs,
personal integrative needs, social integrative needs dan escapist needs.
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.
Cognitive
Needs
yaitu
kebutuhan
yang
berkaitan
dengan
peneguhan informasi, pengetahuan dan pemahaman mengenai
lingkungan.
Kebutuhan
ini
didasarkan
pada
hasrat
untuk
memahami dan
menguasai
lingkungan juga untuk memuaskan
rasa penasran kita dan dorongan untuk penyelidikan kita.
2.
Affective Needs yaitu kebutuhan
yang berkaitan dengan peneguhan
pengalaman
pengalaman yang estetis, menyenangkan dan
emosional.
3.
Personal Integrative Needs yaitu kebutuhan yang berkaitan
dengan peneguhan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas dan status
individual. Hal hal tersebut diperoleh dari hasrat akan harga diri.
4.
Social
Integrative
Needs
yaitu
kebutuhan
yang
berkaitan
dengan
peneguhan kontak dengan keluarga, teman, dan dunia. Hal
hal
tersebut didasarkan pada hasrat untuk berafiliasi.
5.
Escapist Needs yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan
upaya
menghindarkan tekanan , ketegangan, dan hasrat aka
keanekaragaman.
|