Home Start Back Next End
  
36
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Teori S-O-R (Stimulus – Organism – Respons)
Dimulai pada tahun
1930-an,
lahir suatu
model
klasik
komunikasi yang banyak
mendapat pengaruh
teori psikologi, Teori S-O-R
singkatan dari Stimulus-Organism-
Response.
Objek
material
dari
psikologi dan
ilmu
komunikasi adalah
sama
yaitu
manusia 
yang 
jiwanya 
meliputi 
komponen-komponen 
sikap, 
opini, 
perilaku,
kognisi afeksi dan konasi.(Effendy, 2003, p. 254)
Asumsi
dasar
dari
model
ini
adalah:
media
massa
menimbulkan
efek
yang
terarah,
segera
dan
langsung
terhadap
komunikan.
Stimulus
Response
Theory
atau
S-R
theory.
Model
ini
menunjukkan bahwa
komunikasi
merupakan
proses
aksi-
reaksi. Artinya model
ini
mengasumsikan bahwa kata-kata verbal,
isyarat non verbal,
simbol-simbol
tertentu akan
merangsang orang
lain
memberikan respon
dengan cara
tertentu.
Pola
S-O-R
ini
dapat
berlangsung
secara
positif
atau
negatif;
misal
jika
orang
tersenyum
akan
dibalas
tersenyum
ini
merupakan
reaksi
positif,
namun
jika
tersenyum dibalas dengan palingan
muka
maka
ini
merupakan reaksi
negatif. Model
inilah  
yang   kemudian  
mempengaruhi   suatu   teori   klasik   komunikasi  
yaitu
Hypodermic Needle
atau
teori
jarum
suntik.
Asumsi
dari
teori
inipun
tidak
jauh
berbeda
dengan
model
S-O-R,
yakni
bahwa
media
secara
langsung dan
cepat
memiliki
efek
yang
kuat
tehadap
komunikan.
Artinya
media
diibaratkan sebagai
jarum   suntik   besar   yang  
memiliki   kapasitas   sebagai   perangsang   (S)   dan
menghasilkan tanggapan ( R) yang kuat pula.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter