|
38
diterima oleh organisme berarti ada perhatian dari individu dan stimulus tersebut
efektif.
Apabila
stimulus
telah
mendapat
perhatian
dari
organisme
(diterima)
maka
ia
mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya.
Setelah
itu
organisme
mengolah
stimulus
tersebut
sehingga
terjadi
kesediaan
untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimanya (bersikap).
Akhirnya dengan
dukungan
fasilitas
serta
dorongan dari
lingkungan
maka
stimulus
tersebut
mempunyai efek
tindakan
dari
individu
tersebut
(perubahan
perilaku).
Selanjutnya teori
ini
mengatakan bahwa
perilaku dapat berubah
hanya
apabila
stimulus
(rangsang)
yang
diberikan
benar-benar melebihi
dari
stimulus
semula.
Stimulus yang
dapat
melebihi stimulus
semula
ini
berarti
stimulus yang
diberikan
harus
dapat
meyakinkan organisme.
Dalam
meyakinkan
organisme
ini,
faktor reinforcement memegang peranan penting.
Stimulus atau pesan
yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima
atau
mungkin
ditolak.
Komunikasi
akan
berlangsung jika
ada
perhatian
dari
komunikan.
Proses
berikutnya
komunikan
mengerti.
Kemampuan komunikan
inilah
yang
melanjutkan
proses
berikutnya.
Setelah
komunikan
mengolahnya dan
menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.
Teori
ini
mendasarkan
asumsi
bahwa
penyebab
terjadinya
perubahan
perilaku tergantung kepada kualitas
rangsang (stimulus)
yang berkomunikasi dengan
organisme. Artinya kualitas dari sumber komunikasi (sources)
misalnya kredibilitas,
|