|
19
A. Pembelajaran terawasi (supervised learning)
Metode
pembelajaran pada
jaringan
syaraf
disebut
terawasi
jika
output
yang
diharapkan telah diketahui sebelumnya. Misalkan
jaringan syaraf akan digunakan
untuk
mengenali pasangan pola,
misalkan pada sebuah operasi
logika
matematika AND.
Pada
proses
pembelajaran, satu
pola
input akan
diberikan ke
satu
neuron pada
lapisan
input.
Pola
ini
akan dirambatkan ke
sepanjang
jaringan
syaraf
hingga
sampai
ke
neuron
pada
lapisan output.
Lapisan output
ini
akan
membangkitkan pola
output
yang
nantinya akan
dicocokkan dengan
pola output targetnya.
Apabila
terjadi perbedaan
antara pola
output
hasil
pembelajaran dengan pola
target,
maka akan
muncul error.
Apabila
nilai error
ini
masih
cukup
besar,
berarti
perlu
dilakukan
lebih
banyak
pembelajaran
lagi.
Model-
model
pembelajaran
yang
menggunakan supervised
learning
di
antaranya
adalah
Backpropagation, Bidirective Associative Memory (BAM), dan Hopfield.
B. Pembelajaran tak terawasi (unsupervised learning)
Metode
pembelajaran
yang
tak
terawasi
tidak
memerlukan
target
output.
Pada
metode
ini,
tidak
dapat
ditentukan
hasil
yang
seperti
apakah
yang
diharapkan
selama
proses pembelajaran.
Selama
proses pembelajaran,
nilai
bobot
disusun dalam
suatu
range
tertentu
tergantung
pada
nilai
input
yang
diberikan.
Tujuan
pembelajaran
ini
adalah
mengelompokkan unit-unit
yang
hampir
sama
dalam
suatu
area
tertentu.
Pembelajaran ini biasanya sangat cocok untuk pengelompokan (klasifikasi) pola. Model-
model
pembelajaran
yang
menggunakan unsupervised
learning
di
antaranya
adalah
Adaptive Resonance Theory (ART) dan Competitive.
|