|
16
Sarwono (2011, hal.81) mendefinisikan bahwa remaja adalah masa transisi dari
periode anak ke dewasa, berkisar antara usia 11-24 tahun, dimana terdapat ciri-ciri
psikologis tertentu pada seseorang. Ciri-ciri psikologis itu menurut Allport dalam
Sarwono (2011, hal.81-82) adalah sebagai berikut:
1.
Adanya pemekaran diri sendiri (extension of the self), yang ditandai dengan
kemampuan seorang untuk menganggap orang/hal lain sebagai bagian dari dirinya
juga, atau kemampuan untuk mengasihi orang lain.
2.
Adanya kemampuan untuk melihat diri sendiri secara objektif (self objectivation),
yang ditandai dengan kemampuan untuk mempunyai wawasan tentang diri sendiri
(self insight).
3.
Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life). Individu tersebut tahu
kedudukannya dalam masyarakat, ia paham bagaimana seharusnya ia bertingkah
laku dalam kedudukan tersebut, dan ia berusaha mencari jalannya sendiri menuju
sasaran yang ia tetapkan sendiri. Orang seperti ini tidak lagi mudah terpengaruh dan
pendapat-pendapat serta sikap-sikapnya cukup jelas dan tegas.
2.3
Teori Penokohan
Dalam pembicaraaan sebuah fiksi, sering dipergunakan istilah-istilah seperti tokoh
atau penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dan karakterisasi secara
bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Istilah tokoh menunjuk
pada orangnya, atau si pelaku cerita (Nurgiyantoro, 2010, hal.164-165). Nurgiyantoro
(2010) juga menambahkan :
Watak, perwatakan, dan karakter, menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh seperti
yang
ditafsirkan oleh pembaca, lebih menunjuk pada kualitas pribadi seorang tokoh.
|